Kiper Cremonese dan penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korban pelemparan kembang api yang dilakukan oknum suporter Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Senin (02/02/2026) dini hari WIB. Dalam duel pekan ke-23 Serie A tersebut, Cremonese kalah 0-2 dari Inter. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)
KARODAILY.id, Jakarta – Emil Audero mengalami insiden serius dalam laga Cremonese kontra Inter Milan di pekan ke-23 Liga Italia. Kiper Cremonese tersebut terkena flare yang dilempar dari tribun saat pertandingan berlangsung.
Sebagaimana dilansir liputan6.com, pertandingan yang digelar Senin (02/02/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Inter. Namun hasil positif tersebut dibayangi insiden yang membahayakan pemain.
Gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski di babak pertama memastikan tiga poin bagi tim asuhan Cristian Chivu. Situasi di lapangan sempat kondusif sebelum gangguan muncul selepas jeda.
Audero sempat terkena lemparan flare dari tribun. Beruntung, kiper timnas Indonesia itu tidak mengalami cedera serius dan tetap melanjutkan pertandingan.
Flare tersebut meledak dengan suara keras tepat di dekatnya. Ledakan itu membuat laga dihentikan sementara di Stadion Giovanni Zini.
Asap sempat memenuhi area lapangan setelah ledakan terdengar. Audero mengalami luka kecil dan bekas terbakar di kakinya, tetapi tetap melanjutkan pertandingan.
Kiper Cremonese dan penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korban pelemparan kembang api yang dilakukan oknum suporter Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Senin (02/02/2026) dini hari WIB. Dalam duel pekan ke-23 Serie A tersebut, Cremonese kalah 0-2 dari Inter. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)
Beberapa menit kemudian terdengar ledakan lain dari arah tribun. Kali ini flare tidak jatuh dekat pemain.
Keributan terjadi di antara suporter Inter di tribun tandang. Banyak yang marah kepada pelaku karena dianggap membahayakan pemain dan berisiko membuat laga dihentikan.
Media Italia La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera melaporkan pelaku teridentifikasi setelah datang ke rumah sakit di Cremona dengan cedera tangan. Ia disebut kehilangan tiga jari akibat flare kedua yang dilemparnya.
Ia akan ditangkap dan dilarang masuk stadion. Namun, respons otoritas masih dinantikan, termasuk kemungkinan pelarangan seluruh suporter Nerazzurri untuk laga tandang.
Presiden Inter Milan Beppe Marotta mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut aksi itu tidak masuk akal dan bertentangan dengan nilai sportivitas.
“Saya dengan tegas mengecam apa yang terjadi hari ini: itu adalah tindakan tidak masuk akal yang sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai olahraga, nilai-nilai yang kami tanamkan dan junjung sejak level tim muda,” kata Marotta di situs resmi Inter.(karodaily).