Bupati Karo Konsisten Pimpin Gerakan Kebersihan Pemukiman dan Pariwisata Pasca Rakornas Bersama Presiden Prabowo

KARODAILY.id, Jakarta – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karo untuk mengintensifkan pelaksanaan kebersihan secara total di seluruh wilayah Kabupaten Karo, menyusul arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Bupati Karo bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo menghadiri langsung Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”.
Rakornas 2026 turut dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih yang memaparkan berbagai program strategis Presiden,
Turut hadir Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, S.P., Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani br. Tarigan, Kepala Kejaksaan Negeri Karo Danke Rajagukguk, S.H., M.Si, serta Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B. Panjaitan.
Menindaklanjuti arahan Presiden, Bupati Karo menegaskan bahwa Pemkab Karo akan memfokuskan langkah konkret melalui penguatan gerakan kebersihan total dan pengelolaan sampah terpadu, mulai dari tingkat desa, kelurahan hingga kecamatan.
“Arahan Presiden Republik Indonesia menjadi penegasan bagi pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Karo, untuk tidak menunda penanganan persoalan sampah. Kita akan mengintensifkan pelaksanaan kebersihan secara total, memperkuat peran desa dan kecamatan, serta melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ujar Bupati Karo.
Ia menambahkan, kebijakan kebersihan total akan disinergikan dengan program prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.

“Kami siap menyelaraskan seluruh program daerah agar sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain menyasar lingkungan permukiman, Pemerintah Kabupaten Karo juga memprioritaskan kebersihan dan pengelolaan sampah di kawasan strategis pariwisata, seperti Air Terjun Sipiso-piso, Pemandian Air Panas Semangat Gunung, Danau Lau Kawar, kawasan wisata alam Gundaling, Desa Wisata Paripurna Dokan, serta Tiga Panah sebagai desa ASRI dan pusat kuliner.
“Kebersihan kawasan wisata menjadi kunci utama untuk menjaga daya saing pariwisata Karo dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Karo.
Sejak dilantik Bupati Karo beri contoh tingkatkan kualitas kebersihan
Instruksi Presiden Prabowo kemarin sepertinya banyak diketahui Bupati Karo. Dimana sejak dilantik sebagai Bupati Karo, Antonius Ginting bersama Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan secara konsisten memberi contoh langsung dalam pelaksanaan gerakan gotong royong dan kebersihan di Kabupaten Karo.
Melalui kepemimpinannya, saluran drainase yang sebelumnya tidak terawat mulai dinormalisasi, semak belukar dibersihkan, serta tumpukan sampah di sejumlah titik kini diangkut secara terjadwal melalui kerja kolaboratif.
Bupati Karo Antonius Ginting juga memimpin langsung penertiban kawasan perkotaan, khususnya di areal Pusat Pasar Berastagi dan Kabanjahe, sehingga tata kelola parkir dan pedagang kini terlihat lebih rapi.

Gerakan gotong royong massal melibatkan seluruh ASN digelar di sejumlah lokasi vital di Kabanjahe, Berastagi, hingga di kawasan wisata, seperti Bukit Gundaling. Langkah tersebut menjadi wujud komitmen Bupati Karo dalam membangun budaya kerja aparatur yang disiplin serta hadir langsung melayani masyarakat.
Melalui gerakan kebersihan dan gotong royong yang dipimpin langsung oleh bupati, masyarakat kini mulai merasakan perubahan nyata terhadap kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan di Kabupaten Karo.
Ancaman sampah kian menakutkan
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam arahannya secara khusus menekankan bahwa persoalan sampah telah menjadi masalah krusial nasional.
Presiden memperingatkan bahwa hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan akan mengalami kelebihan kapasitas pada tahun 2028, bahkan bisa terjadi lebih cepat.
Dalam Rakornas tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menginisiasi program pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) di 34 titik dengan nilai investasi sekitar 3,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Presiden menargetkan proses ground breaking dilakukan dalam beberapa bulan ke depan dan proyek dapat berfungsi dalam waktu sekitar dua tahun.(karodaily/nanang/ berbagaisumber).









