Tekan Beban Belanja Rumah Tangga, Kodim 0205/TK, Bulog dan Koperasi LPI Gelar Pasar Murah di SMAN I Berastagi

KARODAILY.id, Berastagi – Kodim 0205/Tanah Karo menggandeng Koperasi Lumbung Padi Sejahtera (LPI), Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kabanjahe, dan SMA Negeri 1 Berastagi menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga bahan pangan.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (15/10/2026), menyasar masyarakat, khususnya orang tua siswa yang membutuhkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Pasar murah ini menghadirkan sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, telur, dan minyak goreng. Harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar sehingga diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Komandan Kodim (Dandim) 0205/TK, Letkol Inf. Robert B. Panjaitan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang berpotensi menambah beban pengeluaran rumah tangga.
“Ini langkah untuk membantu masyarakat meringankan beban ekonomi, utamanya orang tua siswa. Selain beras, kami juga menyediakan minyak goreng, gula pasir, dan telur dengan harga di bawah pasar,” ujar Robert.
Menurutnya, pemilihan SMA Negeri 1 Berastagi sebagai lokasi kegiatan mempertimbangkan ketersediaan area yang luas serta potensi menjangkau orang tua siswa secara langsung. Sekolah tersebut juga memiliki jumlah siswa yang relatif besar sehingga dinilai strategis untuk menyalurkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ia menegaskan, pasar murah ini tidak direncanakan hanya berlangsung satu kali. Kodim 0205/TK akan mengupayakan kegiatan serupa di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Karo agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Pangsa pasar kita kali ini adalah orang tua siswa agar lebih tepat sasaran. Kegiatan ini bukan hanya untuk satu sekolah, tetapi diharapkan bisa berlanjut ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Karo,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga khusus, yakni beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp57.000 per kemasan 5 kilogram, gula pasir Rp18.000 per kilogram, telur Rp45.000 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp15.000 per liter.
Dari sisi ekonomi, pasar murah menjadi salah satu upaya menjaga keterjangkauan pangan ketika kenaikan harga komoditas dapat mengurangi kemampuan belanja rumah tangga. Melalui penyediaan bahan pokok dengan harga lebih rendah, masyarakat diharapkan dapat menghemat pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Robert menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan membantu menjaga stabilitas harga pangan dan menekan potensi tekanan inflasi di daerah.
“Semoga kegiatan ini bisa membantu masyarakat dengan daya beli rendah dan menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, Normawati Martiana Ginting, menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0205/TK, Bulog, dan koperasi yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, pasar murah memberikan kemudahan bagi orang tua siswa dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan orang tua siswa, tetapi juga para guru dan masyarakat sekitar.
“Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang menyelenggarakan pasar murah ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan agar guru dan orang tua siswa terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bulog KCP Kabanjahe, Glen Dedi M. Simanjuntak, memastikan persediaan beras di gudang Bulog masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di tiga kabupaten/kota yang menjadi wilayah pelayanannya.
Ia menyebutkan, stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 1.100 ton. Selain itu, tambahan pasokan sebanyak 2.500 ton direncanakan masuk pada pekan berikutnya.
“Kami pastikan stok beras masih mencukupi untuk tiga kabupaten/kota. Saat ini ada sekitar 1.100 ton beras di gudang Bulog dan akan masuk lagi 2.500 ton pada minggu depan,” kata Glen.
Ketersediaan stok tersebut diharapkan dapat mendukung upaya menjaga pasokan beras sekaligus memperkuat stabilitas harga di tingkat konsumen.
Masyarakat berharap pasar murah dapat digelar lebih sering, bahkan secara berkala setiap pekan selama harga kebutuhan pokok masih tinggi. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi juga dapat membantu menjaga daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
Sinergi antara TNI, Bulog, koperasi, dan lembaga pendidikan diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau, khususnya bagi keluarga yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.(karodaily/nanang).








