Friday, 16 October 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Cegah Gangguan Pernapasan Akibat Asap, Pemkab Karo Bagikan Masker Gratis kepada Warga dan Anak Sekolah

Petugas Pemkab Karo membagikan masker kepada masyarakat sebagai tindaklanjut perintah Bupati Karo dalam mencegah berkembangnya penyakit ISPA akibat paparan asap dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia yang telah memasuki Kabupaten Karo.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Pemerintah Kabupaten Karo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan bergerak cepat melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara dan paparan asap kebakaran hutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membagikan masker gratis kepada warga dan anak-anak sekolah di sejumlah titik jalan protokol Kota Kabanjahe, Kamis (15/10/2026).

Aksi simpatik yang berlangsung di Jalan Veteran dan Jalan Kapten Bangsi Sembiring tersebut menyasar pengguna jalan, pejalan kaki, pedagang, serta anak-anak sekolah yang beraktivitas di luar ruangan. Kedua lokasi dipilih karena memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi, terutama pada jam sibuk.

Langkah ini merupakan upaya pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan akibat paparan asap dan partikel di udara. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena sistem pernapasannya masih berkembang. Selain itu, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit asma atau gangguan jantung dan paru-paru juga perlu lebih waspada terhadap penurunan kualitas udara.

Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karo, Juspri M. Nadeak, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat menjadi prioritas pemerintah daerah di tengah kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kualitas udara.

“Kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak kita yang sedang beraktivitas di luar rumah dan berangkat sekolah, adalah prioritas utama. Melalui pembagian masker ini, kami ingin memastikan warga tetap terlindungi sekaligus mengedukasi mereka akan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan di situasi seperti sekarang,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel BPBD bersama Dinas Kesehatan tidak hanya membagikan masker, tetapi juga memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika udara terlihat berasap atau kualitasnya menurun.

Masyarakat diimbau menggunakan masker dengan benar

Himbauan lengkap penggunaan masker dari Bupati Karo.(ist)

Untuk mengurangi risiko paparan asap dan partikel berbahaya, masyarakat diimbau menerapkan sejumlah langkah perlindungan kesehatan.

Pertama, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti respirator N95 atau KN95, terutama ketika berada di luar ruangan dengan kondisi udara berasap. Pastikan masker terpasang rapat menutupi hidung, mulut, dan dagu. Masker kain atau masker bedah dapat membantu dalam kondisi tertentu, tetapi perlindungannya terhadap partikel asap yang sangat halus lebih terbatas dibandingkan respirator yang terpasang dengan baik.

Kedua, kurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit jantung atau paru-paru, disarankan menghindari olahraga maupun aktivitas fisik berat di area yang terpapar asap.

Ketiga, tutup pintu dan jendela apabila asap masuk ke permukiman. Jika memungkinkan, gunakan alat penyaring udara di dalam ruangan dan hindari aktivitas yang menambah polusi udara, seperti membakar sampah atau merokok di dalam rumah.

Keempat, bagi anak-anak sekolah, orang tua dan pihak sekolah diharapkan memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan kegiatan luar ruangan. Apabila udara berasap atau kualitasnya tidak sehat, kegiatan di luar ruangan sebaiknya dikurangi atau dialihkan ke dalam ruangan.

Kelima, masyarakat perlu mengenali gejala gangguan pernapasan, seperti batuk yang semakin parah, sesak napas, napas berbunyi, iritasi mata, atau tenggorokan terasa perih. Jika gejala muncul atau memburuk, segera kurangi paparan asap dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Sesak napas berat memerlukan pertolongan medis segera.

Pembagian masker tersebut mendapat respons positif dari warga dan orang tua yang merasa terbantu dengan langkah cepat pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko kesehatan akibat paparan asap.

Pemkab Karo mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengikuti informasi resmi mengenai kondisi lingkungan dan kualitas udara, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan, tetapi tetap perlu disertai upaya mengurangi paparan asap dan membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.(karodaily/nanang).

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.