Thursday, 12 February 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Bupati Karo Ungkap Strategi Optimasi Rawa Paya Lahlah di Kompas TV, Targetkan Karo Jadi Lumbung Pangan

Bupati Karo beberkan keberhasilan Pemkab Karo melakukan optimasi lahan rawa Paya Lahlah kembali menjadi tumpuan masyarakat tani untuk menanam padi.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., mengikuti siaran langsung Kompas TV dalam program Jurnal Nusantara, Kamis (12/02/2026) pukul 06.30 WIB, dengan tema “Pemkab Karo Mengoptimalkan Tanah Rawa Menjadi Lumbung Padi.”

Dalam wawancara tersebut, Bupati Karo di menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi program strategis Pemerintah Kabupaten Karo yang dijalankan melalui pendekatan agronomis terpadu dan berkelanjutan.

“Swasembada pangan kami tempatkan sebagai program strategis daerah yang dijalankan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim, degradasi lahan, serta dinamika produksi pertanian,” ujar Bupati Karo menjawab pertanyaan news anchor Jurnal Nusantara Kompas TV, Rahma Piliang.

Ia menjelaskan, secara teknis strategi pembangunan pertanian diarahkan pada peningkatan produksi dan produktivitas berbasis kawasan melalui optimalisasi lahan rawa dan non-rawa, perbaikan tata air, serta penerapan teknologi budidaya modern.

“Strategi utama kami fokus pada peningkatan produksi dan produktivitas pertanian berbasis kawasan, melalui optimalisasi lahan rawa dan non-rawa, perbaikan sistem tata air, serta penerapan teknologi budidaya modern,” katanya.

Salah satu capaian penting, lanjut Bupati, adalah keberhasilan penanganan genangan dan banjir di kawasan Paya Lah Lah yang selama bertahun-tahun menjadi kendala utama kegiatan budidaya tanaman pangan.

“Setelah dilakukan normalisasi saluran dan perbaikan sistem drainase, kawasan Paya Lah Lah kembali berfungsi sebagai lahan produktif dan memungkinkan penerapan pola tanam yang lebih intensif,” ucapnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap peningkatan produksi pangan, Pemerintah Kabupaten Karo pada tahun 2025 merealisasikan luas pertanaman padi sebesar 20.505 hektare dan pertanaman jagung seluas 100.425 hektare.

“Pada tahun 2025, luas tanam padi di Kabupaten Karo mencapai 20.505 hektare dan jagung 100.425 hektare. Ini menjadi fondasi penting bagi kemandirian pangan daerah,” kata Bupati.

Penguatan sistem produksi, menurutnya, juga dilakukan melalui dukungan langsung kepada petani berupa penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta pendampingan intensif melalui penyuluhan pertanian modern.

“Kami memperkuat petani melalui penyediaan benih unggul, alsintan, penyuluhan modern, pengujian unsur hara tanah, serta rekomendasi pemupukan spesifik lokasi berbasis data,” jelas Antonius Ginting.

Selain aspek budidaya, Pemerintah Kabupaten Karo juga memperkuat infrastruktur produksi untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.

“Perbaikan jalan usaha tani dan jaringan irigasi terus kami lakukan agar distribusi sarana produksi dan hasil panen menjadi lebih lancar dan efisien,” ujarnya.

Bupati Karo Antonius Ginting pada sesi spesial interview Kompas TV.(ist)

Pada sisi tata kelola lahan dan air, Pemkab Karo saat ini memfokuskan kegiatan optimasi lahan rawa dan non-rawa melalui normalisasi saluran, peningkatan jaringan irigasi, pembangunan embung, sumur bor, serta pengembangan irigasi perpompaan dan perpipaan.

“Langkah ini kami lakukan untuk menjamin ketersediaan air sepanjang musim tanam sekaligus menurunkan risiko gagal panen akibat kekeringan maupun kelebihan air,” kata Bupati.

Percepatan adopsi teknologi pertanian modern juga dilakukan melalui pembentukan Brigade Pangan sebagai penggerak mekanisasi pertanian di tingkat lapangan.

“Melalui Brigade Pangan, petani lebih mudah mengakses alat dan mesin pertanian, proses olah tanah dan tanam menjadi lebih cepat, serta indeks pertanaman dapat ditingkatkan,” ungkapnya.

Untuk memperkuat basis ilmiah pembangunan pertanian, Pemerintah Kabupaten Karo menjalin kolaborasi dengan kalangan akademisi, khususnya melalui kerja sama dengan Karo IPB.

“Kami berkolaborasi dengan Karo IPB dalam pengujian kualitas tanah secara holistik dan penyusunan rekomendasi pemupukan berbasis data, agar pertanian Karo semakin berkelanjutan dan ramah lingkungan,” katanya.

Dalam mendukung swasembada pangan, Pemkab Karo juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah pusat, sektor swasta, dan lembaga penelitian.

“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, sektor swasta, dan akademisi agar program strategis, khususnya optimasi lahan rawa, dapat berjalan berkelanjutan di Kabupaten Karo,” ujar Bupati.

Bupati Karo menegaskan, seluruh intervensi agronomis tersebut diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, terutama petani.

“Peningkatan produktivitas lahan, efisiensi budidaya, dan stabilitas produksi kami harapkan dapat meningkatkan pendapatan petani serta memperkuat ketersediaan pangan lokal,” katanya.

Ia menutup dengan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karo dalam membangun pertanian yang tangguh dan berdaya saing.

“Dengan penguatan infrastruktur pertanian, penerapan teknologi modern, dan dukungan ilmu pengetahuan, kami ingin memastikan pertanian di Kabupaten Karo tidak hanya produktif hari ini, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan. Kabupaten Karo kami dorong menjadi lumbung pangan yang mandiri, berdaya saing, dan menyejahterakan petani,” pungkas Bupati Karo.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.