Monday, 9 March 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Jelang Puncak Hari Jadi ke-80, Pemkab Karo dan Diaspora Satukan Gagasan Pembangunan Daerah yang Terintegrasi

Bupati Karo dan para Diaspora Karo dalam momen sumbang gagasan jelang perayaan Hari Jadi Karo ke – 80 di Jambur Pemkab Karo.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Sehari menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Karo ke-80, Pemerintah Kabupaten Karo menggelar diskusi dan gala dinner bertema “Satu Visi Satu Langkah Kolaborasi Tokoh Karo dan Pemerintah dalam Membangun Kabupaten Karo” yang berlangsung di Jambur Pemkab Karo, Sabtu (07/03/2026).

Kegiatan ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Karo menginisiasi forum diskusi bersama para tokoh diaspora Karo yang telah berkiprah di berbagai bidang strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta pemikiran strategis tentang arah pembangunan Kabupaten Karo ke depan.

Diskusi tersebut menghadirkan berbagai pandangan dari tokoh-tokoh Karo yang memiliki latar belakang di bidang pemerintahan, militer, akademisi, pengusaha, energi hingga pariwisata. Melalui forum ini, pemerintah daerah berupaya merangkul potensi pemikiran dan pengalaman para diaspora untuk dirumuskan menjadi gagasan pembangunan yang konkret dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Karo Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes. menegaskan bahwa Kabupaten Karo memiliki kekayaan alam yang sangat besar dan berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara. Namun menurutnya, pengembangan sektor pariwisata harus dilakukan secara terintegrasi dengan dukungan infrastruktur yang memadai serta konsep pengelolaan yang lebih modern.

Ia menilai sejumlah kawasan wisata alam seperti Gunung Sibayak, Danau Lau Kawar hingga Air Terjun Sipiso-piso memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara apabila dikelola secara optimal dan didukung dengan fasilitas yang baik.

“Kita harus membangun konsep pariwisata alam yang terintegrasi dan lebih modern, mulai dari kawasan Gunung Sibayak, Danau Lau Kawar hingga Air Terjun Sipiso-piso. Jika didukung dengan infrastruktur yang baik serta fasilitas yang memadai, saya yakin pariwisata Karo akan menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan,” ujar Bupati.

Bupati Karo Antonius Ginting sedang memaparkan potensi dan keunggulan alam Kabupaten Karo.(ist)

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, ekonomi kreatif, jasa transportasi hingga industri perhotelan dan kuliner.

Sementara itu, tokoh Karo diaspora Letnan Jenderal TNI (Purn) Musa Bangun menyampaikan bahwa Tanah Karo memiliki potensi yang sangat besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata hingga sumber daya manusia. Namun menurutnya, potensi tersebut perlu didukung oleh pembangunan infrastruktur yang kuat agar dapat berkembang secara maksimal.

Ia menilai konektivitas transportasi menuju Kabupaten Karo perlu terus diperkuat agar daerah ini semakin mudah diakses oleh wisatawan maupun investor yang ingin berinvestasi di berbagai sektor strategis.

“Potensi Tanah Karo sebenarnya sangat besar, baik di sektor pertanian, pariwisata maupun sumber daya manusia. Namun semua itu tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Karena itu kita berharap pembangunan infrastruktur, termasuk konektivitas menuju Karo, dapat terus didorong agar berbagai potensi daerah benar-benar bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Musa Bangun.

Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh diaspora juga menyampaikan gagasan konkret yang diharapkan dapat menjadi referensi dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah. Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Ir. Makmur Ginting, M.Si. menyerahkan dokumen berjudul “Kebijakan dan Matriks Program Mitigasi Bencana dan Pemanfaatan Sumber Daya Air Kabupaten Karo.”

Dokumen tersebut memuat berbagai rekomendasi strategis terkait penguatan sistem mitigasi bencana, mengingat Kabupaten Karo merupakan daerah yang berada di kawasan vulkanik dan memiliki potensi bencana alam seperti erupsi gunung api, banjir maupun longsor. Selain itu, dokumen tersebut juga menguraikan strategi pemanfaatan sumber daya air secara lebih optimal guna mendukung sektor pertanian serta kebutuhan masyarakat.

Bupati dan Wakil Bupati Karo bersama Diaspora Karo.(ist)

Selain gagasan terkait mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya air, forum diskusi ini juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah dan geowisata. Ahli cagar budaya sekaligus konsultan pariwisata Jonathan Tarigan menyerahkan dua buku kepada Bupati Karo berjudul “Heroisme Kejuangan (Wisata Sejarah) di Palagan Karo Area” serta “Mewujudkan Wisata Gunung Api ‘Karo Volcano Park’ di Kabupaten Karo.”

Melalui gagasan tersebut, Jonathan Tarigan menilai bahwa Kabupaten Karo memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata sejarah yang berkaitan dengan perjuangan masyarakat Karo pada masa revolusi kemerdekaan, khususnya di kawasan Palagan Karo Area. Selain itu, potensi geologi yang dimiliki daerah ini juga dinilai sangat layak dikembangkan menjadi destinasi geowisata bertaraf internasional melalui konsep Karo Volcano Park, yang memadukan wisata edukasi, konservasi alam serta penelitian ilmiah terkait gunung api.

Menutup sambutannya, Bupati Karo menyampaikan harapannya agar seluruh elemen masyarakat, termasuk para diaspora, dapat terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Karo melalui berbagai gagasan dan kontribusi pemikiran yang konstruktif.

“Kami memiliki mimpi besar untuk Kabupaten Karo. Jika kita bekerja bersama, menghadirkan infrastruktur yang baik, mengembangkan pariwisata, serta memperkuat sektor pertanian dengan teknologi modern, saya yakin dalam beberapa tahun ke depan Karo dapat bergerak lebih cepat dan menjadi daerah yang unggul serta sejahtera,” tegasnya.

Diskusi bersama diaspora Karo ini turut dihadiri Hakim Agung YM Brigjen TNI (Purn) Dr. Tama Ulinta Tarigan, SH., M.Kn., anggota DPD RI Komite I Dr. Badikenita Br. Sitepu, SE., M.Si., jajaran Forkopimda, para diaspora Kabupaten Karo, Brata Brahmana (pengusaha), Jhony Ginting (Penasehat Utama Menteri ATR/BPN), Boy Brahmana (Tim Leader Perencana Istana Negara IKN), Susi Br. Ginting (pengusaha), Prof. Sukaria Sinulingga, Norman Ginting (Direktur Operasional PNRE/PT Pertamina Power Indonesia), Andi Joko (Direktur Pertamina Geothermal Energi), serta TP2D Kabupaten Karo.

Dalam diskusi tersebut tampak hadir Wakil Bupati Karo Komando Tarigan,SP, Sekdakab Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP,MM, para Asisten Setda Kabupaten Karo, staf ahli bupati, para kepala OPD, Direktur RSU Kabanjahe, para camat se-Kabupaten Karo, Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny. Roswitha Antonius Ginting, Ketua Bidang I Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Dahlia Komando Tarigan, Ketua Dharma Wanita Ny. Rehmilna Gelora Ginting, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Melalui forum ini diharapkan tercipta komunikasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan para tokoh Karo diaspora sehingga berbagai ide, gagasan serta peluang kolaborasi dapat diwujudkan secara nyata demi mempercepat pembangunan Kabupaten Karo di masa mendatang.(karodaily/nanang).

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.