KARODAILY.id, Jakarta – Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa mengajak para goweser untuk meramaikan Tour de Sinabung (TdS) ke-10 yang akan digelar pada 6–7 September 2025 di Kabupaten Karo. Menurutnya, TdS bukan sekadar ajang bersepeda, melainkan wisata jelajah alam dan budaya Tanah Karo Simalem.
Dalam sebuah video promosi, Ni Luh Puspa menyebut para peserta akan dimanjakan dengan rute menantang sekaligus menarik, melewati hutan, gunung, serta hamparan kebun sayur dan buah. Selain itu, para goweser juga akan merasakan keanekaragaman budaya masyarakat Karo.
“Menikmati pemandangan alam yang indah dengan bersepeda adalah nikmat yang tiada tara. Jangan lupa ikuti dan ramaikan TdS ke-10 di Tanah Karo Simalem,” ujarnya.
Ajang ini akan dipusatkan di Stadion Samura, Kabanjahe, dengan diikuti 900 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia.
Rangkaian Kegiatan
TdS X.(ist)
Menurut Ketua Panitia Hanna Bangun, agenda TdS X dimulai pada 6 September dengan lomba nyanyi hora-hora, api unggun, serta kuliner khas Karo. Keesokan harinya, 7 September, dilaksanakan Gowes Bareng (Gobar).
Pesepeda gunung akan menempuh rute sejauh 21 km melewati hamparan kebun sayur, buah, dan bunga di sekitar Kabanjahe. Sementara itu, komunitas sepeda onthel akan menjajal rute dalam kota sepanjang 10 km.
Selain gowes, atraksi budaya juga akan mewarnai kegiatan, mulai dari tarian, bela diri tradisional, hingga senam lansia asal Desa Ajijulu, Kecamatan Tiga Panah.
“Panitia berharap cuaca mendukung, acara berjalan lancar, dan masyarakat Tanah Karo dapat menjadi tuan rumah yang baik. Dengan begitu, para goweser akan selalu rindu untuk kembali menikmati udara sejuk serta keramahan masyarakat Karo,” kata Hanna.
Sejarah TdS
Event ini masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Karo dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kemenparekraf, BPODT, Pemerintah Provinsi Sumut, Pemkab Karo, hingga perusahaan swasta seperti PT Pegadaian, Bank Mandiri Taspen, Bank BRI, Inalum, dan Mentari Town Square.
Tour de Sinabung sendiri lahir pada 2014, di tengah keterpurukan ekonomi Karo akibat erupsi Gunung Sinabung yang berkepanjangan sejak 2010. Saat itu, wisatawan enggan datang dan pariwisata sempat mati suri. Dari kepedulian itulah, Komunitas Tanah Karo Hebat menggagas TdS sebagai ikon baru untuk menghidupkan kembali sektor wisata.
“Harapan kami sederhana, agar peserta yang hadir menjadi duta wisata, menyampaikan bahwa berwisata ke Tanah Karo tetap aman dan nyaman selagi berada di luar zona merah,” ujar panitia.
Kini, Tour de Sinabung berkembang menjadi salah satu event gowes terbesar di Sumatera Utara, dengan keunikan memadukan pesepeda gunung dan komunitas sepeda onthel.(karodaily/nanang).