Thursday, 29 January 2026
kontak@karodaily.id
FokusJurnal Kabupaten

Ketua TP PKK Karo Serukan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak pada Deklarasi Publik HAKTP 2025

Ketua TP PKK Karo Ny. Roswitha Antonius Ginting didampingi Wakil Ketua TP. PKK Karo Ny. Dahlia Komando Tarigan menempelkan stiker kampanye  stop Kekerasan  terhadap  perempuan dan anak.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Deklarasi publik untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi fokus utama rangkaian Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (HAKTP) 2025 yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Karo bersama Moria GBKP dan KAKR GBKP, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di Tugu Bambu Runcing Kabanjahe ini menjadi momentum penting dalam menguatkan komitmen bersama masyarakat Tanah Karo untuk menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak.

Sebelum deklarasi dimulai, rangkaian peringatan HAKTP berlangsung di Kantor Moderamen GBKP dan dihadiri 99 peserta dari berbagai unsur, mulai dari organisasi gereja, lembaga pendidikan, komunitas perempuan, pemuda gereja, Forum Anak Kabupaten Karo, hingga perwakilan pemerintah. Pembukaan dilakukan melalui pujian dan doa oleh Pdt. Rosani Br Sembiring, S.Th dan Pdt. Bangun Firdaus Sembiring, S.Th.

Ketua Umum BPP Moria GBKP, Pdt. Nurbety Br Ginting, M.Th, dalam sambutannya menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menyampaikan bahwa perjuangan melawan kekerasan merupakan upaya panjang yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

Sejarah dan tujuan pelaksanaan HAKTP juga dipaparkan oleh Pdt. Suenita Br Sinulingga, M.Th. Ia menjelaskan bahwa kampanye global ini lahir dari perjuangan tiga bersaudara Mirabal yang memperjuangkan hak-hak perempuan, dan kisah mereka diabadikan dalam film In the Time of Butterflies. Sejak tahun 1991, rentang 25 November hingga 10 Desember ditetapkan sebagai periode kampanye internasional untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Ny. Roswitha Antonius Ginting, yang hadir bersama Wakil Ketua I TP PKK Ny. Dahlia Komando Tarigan, jajaran PKK, serta Kepala Dinas P3AP2KB, Data Martina Br Ginting, AP., M.Si., menekankan bahwa pencegahan kekerasan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ia mengajak para orang tua untuk mengajarkan anak mengenai batasan tubuh guna membantu mereka melindungi diri.

“Lingkungan aman dimulai dari rumah dan diperkuat oleh komunitas,” ujarnya.

Usai sesi dalam ruangan, peserta bergerak melakukan arak-arakan menuju Tugu Bambu Runcing sambil menyerukan pesan “STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK.” Sesampainya di lokasi, deklarasi publik dibacakan bersama sebagai wujud komitmen menghentikan segala bentuk kekerasan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembuatan video kampanye untuk disebarluaskan di media sosial.

Peserta juga membagikan dan menempelkan stiker bertema antikekerasan pada sejumlah angkutan kota serta memberikan bunga mawar kepada warga sebagai simbol kasih dan perdamaian.

Penyelenggara menegaskan bahwa deklarasi publik seperti ini tidak hanya digelar pada momentum HAKTP, tetapi akan terus didorong ke depannya sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan untuk memperluas kesadaran dan memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Karo. (karodaily/nanang)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.