Thursday, 29 January 2026
kontak@karodaily.id
AgronomicFokus

Bupati Karo: Program Oplah 2026 akan Dukung Normalisasi 1.800 Hektare Sawah di Paya Lahlah

Bupati Karo Antonius Ginting sambut kehadiran Wagubsu Surya di areal panen raya padi Paya Lahlah.(ist)

KARODAILY.id, Karo — Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr.dr.Antonius Ginting, Sp.OG M.Kes akan kembali menambah luasan normalisasi lahan persawahan di kawasan Paya Lahlah. Bersama Kementerian Pertanian RI, Pemkab Karo bakal mengerjakan program Optimasi Lahan dan Rawa seluas 1.800 hektare pada tahun 2026 ini.

Pernyataan itu dikemukakan Bupati Karo Antonius Ginting saat memberikan sambutan pada kegiatan panen raya di persawahan Paya Lahlah, Desa Lau Mulgab, Kecamatan Mardingding, Selasa (20/01/2026).

Hal ini menurut Bupati Karo dilaksanakan dalam upaya menjaga keberlangsungan kegiatan pertanaman padi sebagai sumber utama mata pencaharian masyarakat di Kecamatan Lau Baleng dan Kecamatan Mardingding.

Kawasan pertanian Paya Lah Lah, Kabupaten Karo, diketahui sebagai salah satu lumbung pangan strategis Sumatera Utara. Dengan produktivitas padi sawah rata-rata mencapai 6,66 ton per hektare, total produksi padi di wilayah ini diperkirakan menembus 43.956 ton dalam dua musim tanam, atau setara dengan nilai ekonomi sekitar Rp285 miliar.

Angka tersebut dinilai sangat signifikan karena berkontribusi langsung terhadap cadangan pangan Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, hingga mendukung kebutuhan pangan nasional.

Program Oplah Tahun 2026 ini kata Bupati Karo lagi merupakan lanjutan dari kegiatan sejenis pada tahun 2025. Dimana, lewat program yang didanai melalui APBN 2025 Kementerian Pertanian RI,Pemerintah Kabupaten Karo bersama dengan Kementan RI, BBWS I dan II serta Pemprovsu, melaksanakan normalisasi saluran dan sungai sepanjang 15,4 kilometer.

Kegiatan nyata ini digelar pasca banjir kejadian banjir yang terjadi pada 10 Oktober 2024. Saat itu, banjir merendam sekitar 743 hektare areal persawahan Paya Lahlah, menyebabkan puso tanaman padi. Kerugian yang ditimbulkan bencana ini diperkirakan mencapai 4.755,2 ton gabah kering panen atau setara Rp11,1 miliar.

Banjir yang cenderung terjadi secara rutin ini disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain perubahan tutupan lahan di kawasan hulu perbukitan yang memicu erosi dan sedimentasi, pendangkalan serta penyempitan alur sungai, hingga tumpukan sampah rumah tangga dan limbah pertanian yang terbawa arus.

Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program ini. Kementerian Pertanian RI turut mendorong percepatan produksi melalui berbagai program strategis, mulai dari optimasi lahan, rehabilitasi dan pemeliharaan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen dan pascapanen, hingga penguatan budidaya untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman.

Hasilnya kini mulai dirasakan langsung oleh petani. Setelah penanganan dilakukan, panen kembali berlangsung di lahan seluas sekitar 400 hektare, dengan hasil panen rata-rata 6 hingga 7 ton per hektare. Kondisi ini membangkitkan kembali semangat petani untuk mengelola sawah secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan komitmennya menjadikan sektor pertanian sebagai penggerak utama pembangunan daerah. Fokus ke depan diarahkan pada penguatan irigasi dan pengendalian banjir berkelanjutan, modernisasi pertanian melalui mekanisasi, peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman, penguatan pascapanen dan penyerapan hasil, serta penerapan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Panen raya di Paya Lahlah juga menjadi pesan kuat bahwa Kabupaten Karo mampu bangkit dari bencana, memperkuat ketahanan pangan, dan mengambil peran penting dalam peta swasembada pangan Indonesia.

“Ketika pemerintah hadir, program pusat dan daerah bersinergi, dan petani bekerja dengan semangat, maka hasilnya adalah panen, kesejahteraan, dan ketahanan pangan,” demikian ditegaskan dalam kegiatan panen raya tersebut.

Pemerintah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Balai Wilayah Sungai Sumatera, TNI/Polri, perangkat daerah, hingga para penyuluh dan petani.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.