Bupati Karo Apresiasi Penurunan Stunting, Soroti Krusialnya Akurasi Data di Rakor TPPS 2025

KARODAILY.id, Kabanjahe — Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, SP, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Karo Tahun 2025 di Aula Kantor Bupati Karo, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menurunkan angka stunting melalui program yang lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan didukung data yang berkualitas tinggi.
Dalam sambutannya, Bupati Antonius Ginting menegaskan bahwa akurasi data merupakan fondasi utama dalam percepatan penurunan stunting. Ia menyoroti pentingnya pengisian Aplikasi Aksi Bangda (Aksi Konvergensi Bina Pembangunan Daerah) Kemendagri, yang menjadi alat pemerintah pusat dalam memantau dan mengevaluasi intervensi spesifik maupun sensitif di setiap wilayah.
“Saya ingin menekankan satu hal yang sangat krusial, yaitu pentingnya pengisian aplikasi Aksi Bangda dengan baik, tepat waktu, dan akurat. Jangan sampai seluruh kerja keras kita di lapangan tidak tercatat hanya karena kelalaian dalam penginputan data,” tegas Bupati.
Bupati menambahkan bahwa data yang akurat bukan semata-mata persyaratan administrasi, tetapi bagian dari pertanggungjawaban kepada publik.
“Data yang salah akan menghasilkan kebijakan yang salah. Karena itu, saya minta semua pihak bekerja lebih teliti. Kita tidak boleh main-main dengan data stunting,” ujarnya.
Penurunan stunting capai 7,1 persen

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas capaian penurunan stunting yang dinilai sangat signifikan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Kabupaten Karo tercatat 17,6 persen, turun tajam dari 24,7 persen pada 2023. Penurunan sebesar 7,1 persen ini disebut sebagai bukti nyata kerja keras dan sinergi seluruh unsur, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, kader posyandu dan PKK, kader pembangunan manusia, hingga Tim Pendamping Keluarga (TPK).
“Penurunan 7,1 persen ini bukan pekerjaan satu dua orang. Ini hasil kerja kita semua. Saya bangga, tetapi saya juga ingin mengingatkan bahwa perjuangan kita belum selesai.Orang tua dan anak-anak kita di desa-desa masih menunggu layanan yang tepat. Itu tugas kita,” ujar Bupati.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri. Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin besar karena target nasional menuntut percepatan yang lebih agresif dan terukur.
“Kalau tahun ini bisa turun 7 persen, bukan mustahil tahun depan kita bisa lebih baik lagi. Tapi itu hanya bisa dicapai kalau koordinasi dan data kita semakin kuat,” katanya.
Dalam kerangka pembangunan jangka panjang, Bupati menerangkan bahwa penurunan stunting merupakan bagian dari upaya mewujudkan Karo Beriman, Karo Berbudaya, Karo Modern, Karo Unggul, dan Karo Sejahtera Berkelanjutan.
“Stunting bukan sekadar isu kesehatan. Ini investasi jangka panjang. Kita sedang menyiapkan generasi Karo yang kuat, cerdas, dan siap bersaing,” ungkap Bupati.
Rakor TPPS 2025 turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny. Roswitha Antonius Ginting, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Immanuel Sinuhaji, Sp.P.A., Kepala Dinas DP3KP2AB Data Martina Br Ginting, AP., M.Si., Plt. Kepala Bappedalitbang Abel Tarwai, S.Sos., MT., Kepala RSUD Karo dr. Jasura Pinem, M.Kes., perwakilan BPS, Kementerian Agama, tenaga ahli PM Stunting, para camat, kepala puskesmas, tenaga gizi, bidan koordinator, penyuluh KB, dan seluruh unsur TPPS dari berbagai tingkatan.
Kehadiran seluruh peserta menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan penurunan stunting demi menghadirkan generasi Karo yang lebih sehat, cerdas, dan unggul di masa depan.(karodaily/nanang)









