Bupati Karo Antonius Ginting saat membuka Pelatihan Pengendalian Hama Lalat Buah pada Jeruk di Liang Melas Datas.(ist)
KARODAILY.id, Liang Melas Datas – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., Kamis (04/12/2025), membuka Pelatihan Pengendalian Lalat Buah pada Tanaman Jeruk serta Sosialisasi Peningkatan Produksi Pertanian di Losd Desa Polatebu, Kecamatan Kuta Buluh.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya mengembalikan kejayaan jeruk Karo sebagai komoditas unggulan daerah.
“Target kita, produksi jeruk dapat meningkat dari 150 kg per batang menjadi 200–300 kg per batang. Ini menjadi fondasi bagi hilirisasi jeruk Karo dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Bupati menambahkan bahwa Pemkab Karo terus mendorong perhatian dari Kementerian Pertanian agar pengembangan jeruk di Karo mendapat dukungan lebih besar.
Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap petani memahami metode pengendalian hama dan budidaya yang lebih efisien agar kualitas dan produktivitas jeruk semakin meningkat.
Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP, yang menjadi narasumber utama, memaparkan teknik pengendalian lalat buah, penanganan penyakit batang, hingga strategi menekan biaya produksi. Ia menekankan konsep “5 Tepat Pemupukan” sebagai kunci efisiensi: tepat sasaran, tepat pupuk, tepat waktu, tepat takaran, dan tepat cara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Kuta Buluh, Plt. Kadis Pertanian Michael Purba, para camat, kepala desa, POPT, perwakilan Universitas Quality Medan, serta masyarakat Desa Polatebu dan Desa Kuta Pengkih.
Penyerahan ribuan perangkap lalat buah
Bupati Karo Antonius Ginting serahkan ribuan perangkap lalat buah kepada petani jeruk di LMD.(ist)
Sebelumnya, pada 3 Oktober 2025, Bupati Antonius Ginting juga menyerahkan ribuan alat perangkap lalat buah dan sachet atraktan kepada kelompok tani di Liang Melas Datas. Bantuan tersebut terdiri dari:
APBD Karo:
2.820 unit perangkap & 5.640 sachet atraktan untuk 141 ha lahan jeruk
APBD Provinsi Sumut:
4.000 unit perangkap & 4.000 sachet atraktan untuk 261,5 ha lahan jeruk
“Bantuan ini untuk meningkatkan produktivitas, mutu, dan daya saing jeruk Karo, sekaligus memperkuat pengendalian hama terpadu dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mendukung petani melalui program lapangan yang nyata.
“Kita ingin jeruk Karo tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas tinggi dan memenuhi standar nasional maupun ekspor. Harapan kita, jeruk Karo mendunia,” tegasnya.(karodaily/nanang).