Friday, 20 March 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Bupati Karo Buka Tabuh Bambu & Bedug Festival ke – 18 1447 H, Tekankan Keberlanjutan Event dan Penguatan Keberagaman

Bupati Karo Antonius Ginting dan jajaran saat membuka Tabuh Bambu & Bedug Festival ke – 18 di Open Stage Taman Mejuah juah Berastagi.(ist)

KARODAILY.id, Berastagi – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr.dr. Antonius Ginting,Sp.OG,M.Kes secara resmi membuka Tabuh Bambu & Bedug Festival ke-18 Tahun 1447 Hijriah, Kamis (19/03/2026) di Open Stage Taman Mejuah juah, Berastagi, Karo.Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Dalam sambutannya,Bupati Karo mengatakan bahwa festival ini bukan sekadar kegiatan bernuansa keagamaan dan budaya semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol nyata kebersamaan dan keberagaman masyarakat Karo.

“Event ini mampu menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat lokal, wisatawan, hingga diaspora asal Kabupaten Karo yang pulang kampung untuk merayakan lebaran,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa festival ini menampilkan kekayaan budaya yang mengedepankan kearifan lokal Karo, sekaligus memperkuat semangat toleransi antarumat beragama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Berastagi.

Bupati Karo Antonius Ginting memimpin pembukaan Tabuh Bambu & Bedug Festival ke – 18 Generasi Muda Islam (GARIS) Berastagi.

Menurutnya, penyelenggaraan yang telah memasuki tahun ke-18 ini menunjukkan konsistensi dan komitmen dalam menjaga tradisi serta mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Sejalan dengan visi Kabupaten Karo, yakni Karo Beriman, Karo Berbudaya, Karo Modern, dan Karo Unggul menuju kesejahteraan berkelanjutan, festival ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan masyarakat yang beriman sekaligus tetap melestarikan budaya lokal dengan kemasan yang modern,” ungkapnya.

Sedangkan, Direktur Perumda Tirtanadi Sumatera Utara, Ardian Surbakti, turut menyampaikan bahwa Tabuh Bambu & Bedug Festival merupakan event yang secara konsisten dilaksanakan oleh Generasi Muda Islam Berastagi (GARIS).

“Dengan usia yang telah mencapai 18 tahun, kami menilai event ini mampu menjaga nilai-nilai budaya dan tetap eksis di tengah dinamika kehidupan. Kami juga berharap dapat terus mendukung generasi muda Karo untuk tampil di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Bupati Karo Antonius Ginting dan Dirut Perumda Tirtanadi serta pengurus GARIS Berastagi.(ist)

Sebelumnya, pada laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Tabuh Bambu & Bedug Festival ke-18 Tahun 1447 Hijriah, M. Fauzy melaporkan bahwa festival tahun ini diikuti oleh sekitar 42 grup tabuh yang terbagi dalam kategori anak dan remaja.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ozie ini mengatakan, sejak tahun sebelumnya, festival ini juga telah resmi masuk dalam kalender event Kabupaten Karo, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan seni dan budaya lokal.

Acara pembukaan ditandai dengan penabuhan bambu dan bedug oleh Bupati Karo bersama sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh daerah, di antaranya Wakapolres Tanah Karo Kompol Gering Damanik, Direktur Perumda Tirtanadi Sumut Ardian Surbakti, Kepala Dinas Budporapar Karo Juni Antomi Kemit, dan Camat Berastagi Ijin Gurusinga.

Selain itu Kepala KUA Berastagi Fahmi Tarigan Sibero, Ketua Umum GARIS Nanang SS, Ketua DPD IPK Karo, Maha Sendi Meliala, serta Pengurus PHBI Berastagi serta sejumlah undangan lainnya.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.