Bupati Karo Antonius Ginting dan unsur Forkopimda ikuti secara virtual kegiatan panen raya dan pengumuman swasembada pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.(ist)
KARODAILY.id, Kabanjahe – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, ikuti kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual dari Ruang Karo Command Center, Kantor Bupati Karo, Rabu (07/01/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Karo didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo atau yang mewakili, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Acara nasional ini juga menampilkan secara virtual demonstrasi teknologi pertanian modern, seperti drone pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan) otomatis, serta pompa air otomatis.
Sebagaimana dilansir Liputan6.com, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil mewujudkan swasembada pangan hanya dalam kurun waktu satu tahun. Hal ini ditandai dengan capaian cadangan beras pemerintah yang mencapai 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sebelumnya swasembada pangan ditargetkan tercapai dalam waktu empat tahun. Namun, berkat kerja keras, kekompakan, dan sinergi seluruh jajaran pemerintah, target tersebut berhasil diwujudkan lebih cepat.
Presiden Prabowo Subianto di acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang.(ist)
“Waktu saya dilantik jadi Presiden, saya beri target empat tahun swasembada pangan. Terima kasih saudara bekerja keras, bersatu, kompak sehingga satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya di Karawang.
Presiden menegaskan, tercapainya swasembada pangan menjadi bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat, berdaulat, dan mandiri. Kemandirian pangan dinilai sangat krusial bagi keberlangsungan hidup dan ketahanan nasional.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyaksikan langsung panen padi di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional. Proses panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang mampu mempercepat panen, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
Selain itu, Presiden meninjau penerapan varietas unggul padi Inpari 32 yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian. Varietas ini memiliki potensi hasil hingga 8,42 ton per hektare dan menjadi salah satu pengungkit utama peningkatan produksi padi nasional. Presiden Prabowo pun mendorong pengembangan varietas unggul baru dengan target produktivitas mencapai 15 ton per hektare.
Tak hanya panen, kegiatan ini juga menampilkan demonstrasi berbagai alsintan modern, seperti drone pertanian, pompa air, serta konsep hilirisasi pertanian. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan produksi menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.(karodaily/ nanang/berbahaisumber)