Friday, 30 January 2026
kontak@karodaily.id
FokusInspiratifKaro Raya

Bupati Karo Sedang Usulkan Perbaikan Jalan Lingkar Rumah Pengasingan Bung Karno Desa Lau Gumba

Bupati Karo Cory Sebayang dan jajaran serta pihak BBPJN Sumut diabadikan di depan Monumen Bung Karno, Rumah Pengasingan Bung Karno,Desa Lau Gumba,Berastagi.(ist/kominfokaro)

KARODAILY.id,Berasragi – Bupati Karo Cory S Sebayang dan jajaran usulkan perbaikan jalan lingkar rumah petilasan (pengasingan) Bung Karno, Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi kepada pemerintah pusat,Rabu (05/06/2024).

Usulan itu dllatarbelakangi catatan penting kesejarahan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia yang sempat tertoreh di kawasan itu.

Sehingga, sebut Cory, amat penting menjaga dan terus melakukan upaya perbaikan infrastruktur, salah satunya akses jalan menuju dan di sekeliling rumah petilasan Bung Karno, Desa Lau Gumba.

Dari tinjauan awal, Cory yang pada saat kunjungan didampingi Kepala Bappedalitbang Karo, Ir. Nasib Sianturi, M.Si, Kepala Dinas PUTR Karo, Edward P Sinulingga, S.T, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Karo, Natanail Perangin angin, Camat Berastagi, David Cardona AP, S.Sos dan Kepala Desa Lau Gumba, Benny Bangun, mengatakan jika panjang jalan yang usulannya segera disampaikan itu adalah kira kira 1.5 kilometer.

Bupati Karo Cory Sebayang mengelilingi jalan lingkar Rumah Pengasingan Bung Karno Desa Lau Gumba, Berastagi.(ist/kominfokaro).

Bupati Karo diketahui juga membawa serta pihak Balai Besar Penanganan Jalan Nasional II Sumatera Utara.

Selain dalam upaya memperbaiki akses ke lokasi sejarah rumah petilasan Bung Karno, jalan yang diperbaiki sangat berguna bagi mobilisasi sehari – hari masyarakat Desa Lau Gumba dan wisatawan.

Sebagaimana diketahui, Desa Lau Gumba termasuk satu dari sekian desa dan kelurahan di Berastagi yang banyak memiliki sarana pendukung kepariwisataan, utamanya hotel, vila, bungalow, dan homestay. Jalan yang laik dan bagus, diyakini akan membuat minat kunjungan pelancong ke desa ini akan meningkat dan berkesan.

Kebijakan Bupati Karo yang terbaru ini pun disambut baik Kepala Desa Lau Gumba, Benny Bangun.

“Atas nama pemerintahan desa dan masyarakat kami sampaikan terimakasih atas perhatian ibu bupati terhadap perbaikan infrastruktur di desa kami”ujar Benny.

Ramai dipublikasikan selama “Bulan Pancasila”

Rumah pengasingan Bung Karno Desa Lau Gumba.(igdppdiperjuangan)

Sebelumnya lokasi rumah petilasan (pengasingan) Bung Karno di Desa Lau Gumba, Berastagi, Karo, banyak menyita perhatian khalayak dalam bulan Juni ini.

Banyak kalangan mengupload keberadaan dan foto diri saat berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno sejak Hari Lahir Pancasila. Salah satunya adalah Ketua DPRD Sumut, DR. Sutarto, M.Si.

Dirinya, bersama Ketua DPR Karo,Iriani Br Tarigan dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karo, diantaranya, Pujiati Br Ginting dan Dodi Sinuhaji,serta sekretaris DPC PDIP Karo, Daud Ginting, mengabadikan kehadirannya tepat di depan Monumen Bung Karno.

Ketua DPRD Sumatera Utara DR Sutarto didampingi Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan dan jajaran Fraksi PDIP DPRD Karo serta Sekretaris DPC PDIP Karo Daud Ginting di Rumah Pengasingan Bung Karno,Desa Lau Gumba.(ist/fb/daudginting)

Dalam kunjungan tersebut, Sutarto seperti diutarakan sekretaris DPC PDIP Karo,Daud Ginting di laman FB-nya menyampaikan niat beliau untuk memberi perhatian khusus terhadap pengembangan fasilitas rumah bersejarah Bung Karno, dan berjanji akan mengawal dana aspirasi dari Pemprov Sumatera Utara ke rumah pengasingan Bung Karno.

Akun instagram resmi DPP PDI Perjuangan juga sempat mengupload lokasi Rumah Pengasingan Bung Karno saat peringatan Hari Lahir Pancasila.

Komunitas Literasi SMA Masehi Berastagi gelar Bincang Literasi Kebangsaan bersamaan dengan Harlah Pancasila 1 Juni di Rumah Petilasan Bung Karno,Desa Lau Gumba, Berastagi.(ist)

Sejumlah pelajar yang tergabung dalam Komunitas Literasi SMA Swasta Masehi Berastagi bahkan lebih maju. Mereka menggelar Bincang Literasi Kebangsaan saat peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2024.

Rumah petilasan Bung Karno di Desa Lau Gumba, Berastagi,merupakan tempat Soekarno bersama Sutan Sjahrir dan H Agus Salim diasingkan pada masa Agresi Militer Belanda II pada penghujung Desember 1948 silam.(karodaily/nanang).

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.