Camat Berastagi Minta Pemilik Kos – kosan Apin Perbaiki Total Drainase Miliknya agar Tidak Genangi Pekuburan Muslim Tingkat Lima

KARODAILY.id, Berastagi – Camat Berastagi David Cardona Sembiring melalui Lurah Tambak Lau Mulgab I Grady Sugara Ginting keluarkan peringatan tegas kepada pemilik kos – kosan di Lingkungan Kampung Asam, Berastagi terkait limbah yang telah menggenangi Tempat Pekuburan Muslim belakang Tingkat Lima.
Langkah tegas itu diketahui lewat surat Lurah Tambah Lau Mulgab I, Kecamatan Berastagi tertanggal 4 Juni 2025. Dalam surat itu pemilik kos-kosan atas nama Apin agar segera melakukan perbaikan total saluran parit dan buangan air limbah rumah dan kos – kosan miliknya yang selama ini telah menimbulkan rembesan dan menggenangi kawasan pekuburan muslim tertua di Berastagi itu.
Lurah Tambak Lau Mulgab I juga menyampaikan bahwa perintah tersebut merupakan kesimpulan dari kunjungan pihaknya bersama Camat Berastagi David Cardona Sembiring dan Anggota Komisi A DPRD Karo Miltra Sembiring ke lokasi Pekuburan Muslim belakang Tingkat Lima Berastagi pada tanggal 27 Mei 2025.
Pada kunjungan lapangan itu sebagaimana teramati KARODAILY.id, Camat Berastagi maupun Anggota DPRD Karo secara langsung melihat fakta sumber masalah buangan limbah paling utama yang kemudian berdampak pada pekuburan muslim disana berasal dari kos-kosan milik warga atas nama Apin.
Baik Miltra maupun David juga mendapati indikasi kuat drainase lama telah berada di dalam rumah – rumah warga. Hal ini tentu bisa mengakibatkan sumbatan yang kemudian berdampak pada rembesan air.
Saat turun langsung, Camat Berastagi dan Anggota DPRD Karo menemukan parit utama di kos – kosan dipenuhi sampah dan tersumbat.
“udah nggak benar ini. Kami minta segera bersihkan paritnya. Jangan ada lagi sampah di parit ini,” tegas David kepada pria berharga Simanjorang yang mengaku sebagai pekerja di kos-kosan milik Apin di Kampung Asam.
Sementara itu, Anggota DPRD Karo Miltra Sembiring mengimbau kepada pihak Kecamatan Berastagi dan instansi terkait agar mengawasi pelaksanaan tindaklanjut dari kunjungan lapangan ke genangan air di pekuburan Islam jalan Trimurti, belakang Tingkat Lima, Kelurahan Tambak Lau Mulgab I, Kecamatan Berastagi.

“Ya ini kita sama – sama awasi. Kami meminta kepada pemerintah untuk bertindak cepat mengatasi buangan limbah warga itu. Ini masalah serius dan berpotensi,” harap Miltra.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Berastagi, Merdeka dan Simpang Empat ini lebih lanjut mengatakan harus ada perumusan kegiatan penataaan permukiman utamanya pada jaringan drainase di sana agar ke depan tidak lagi terjadi masalah yang sama.
Apalagi sebut Miltra, penataan kawasan permukiman dan normalisasi drainase telah menjadi salah satu agenda Bupati Karo Antonius Ginting. Sehingga, dibutuhkan dukungan kuat dari jajaran internal hingga ke bawah.
“Kita sangat mendukung program yang sedang diusung dan dilaksanakan oleh Bupati Karo.Hingga terkhusus kepada penanggulangan masalah drainase dan limbah rumah tangga penduduk yang menggenangi pekuburan Muslim perlu kiranya langkah tegas hingga ke bawah,” kata Sembiring.
Sebagaimana diketahui, akibat rembesan air limbah rumah tangga sebahagian warga Kampung Asam telah mengakibatkan sejumlah kuburan tergenang.
Kritik atas persoalan pembuangan limbah rumah tangga sebahagian warga Kampung Asam,Kelurahan Tambak Lau Mulgab I yang menggenangi pekuburan muslim belakang Tingkat Lima secara berkala dilakukan.
Kawasan pekuburan Islam di jalan Trimurti, belakang Tingkat Lima, Kelurahan Tambak Lau Mulgab I merupakan lokasi pekuburan Islam tertua di Kota Berastagi. Dikabarkan, lokasi pekuburan ini telah ada sebelum pekik kemerdekaan menggema dari Jakarta.
Luasannya sekitar 2.500 meter persegi. Di dalam lahan perkuburan muslim dengan alas hak sertifikat Nomor : 470/19/TLM.I/2013 terdapat sekitar 1.000 makam. (karodaily/nanang).









