Wednesday, 18 March 2026
kontak@karodaily.id
DestinasiDisasterFokus

Dampak Bencana Longsor di Sibolangit, Sektor Pariwisata Karo Rugi Milyaran Rupiah

Situasi sepi di kota Berastagi pasca longsor di Sibolangit.(karodaily)

KARODAILY.id, Berastagi – Dampak penyetopan arus lalu – lintas jalan Medan – Berastagi sejak Selasa (26/11/2024) hingga Minggu (01/12/2024) sektor pariwisata Karo merugi milyaran rupiah.

Kerugian itu menyasar pihak perhotelan, objek wisata alam, pedagang sayur dan buah, kuliner, serta jasa usaha wisata lainnya.

Terputusnya akses masuk para calon wisatawan akibat bencana tanah longsor di sekitar jalan negara Sibolangit dan Sembahe menjadi sebab meruginya dunia usaha, khususnya pariwisata di Karo.

Ketua Pedagang Pasar Buah Berastagi, Thomas Joverson Ginting, sejak pemerintah memutuskan menutup akses jalan ke Berastagi praktis tidak ada tamu yang mengunjungi Pasar Buah Berastagi.

Padahal pedagang sudah pasti ada yang menyiapkan stok barang mengingat masa akhir pekan jatuh di tanggal muda awal bulan Desember.

“Biasanya kalau tanggal muda kan tingkat kunjungan berbeda dari hari sebelumnya. Wajar saja pedagang kemudian mengantisipasi dengan menambah jumlah barang dagangan mereka,”ujar Thomas.

Thomas pada kesempatan itu menyampaikan diperlukan langkah lebih maju lagi dari pemerintah provinsi dan nasional dalam upaya perbaikan sarana infrastruktur di jalur utama jalan Medan – Berastagi.

“Kami 80 persen berharap dari hadirnya tamu luar. Barang yang kami adalah Buah segar yang rentan busuk. Sehingga jalan yang baik dan nyaman sangat memberi peluang bagi hadirnya wisatawan ke Berastagi,”ujarnya.

Kerugian yang sama juga mesti dialami oleh dunia perhotelan. Bencana tanah longsor di jalur utama wisata menuju Karo telah mengakibatkan banyak calon tamu yang melakukan pembatalan menginap.

Sonya dari Mikie Holiday Resort menyebut terdapat sekitar 132 keputusan pembatalan menginap di Mikie saat Untuk informasi, ada pembatalan 132 kamar pada akhir pekan kemarin.

Tingkat hunian di Mikie Holiday Resort tambah Sonya hanya menyentuh angka 27 % dari total ketersediaan kamar yang ada.

Dampak banjir bandang di Sibolangit. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Kondisi serupa juga dialami oleh Sinabung Hill Berastagi. Kepada KARODAILY.id, Sahriadi menerangkan tingkat hunian di Sinabung Hill drastis turun di angka 15 persen dari ketersediaan kamar.

“Ada 85 persen yang batal. Ini tentu merugikan dunia pariwisata,”terang Sahriadi.

Putusnya akses jalan sejak masa Pilkada 27 November 2024 juga berdampak luas kepada sektor kuliner, destinasi wisata, dan jasa usaha lainnya.

Heri Guling, salah satu pemilik jasa usaha kuda tunggang mengatakan selama 5 hari terakhir dirinya sama sekali tidak berpenghasilan akibat tidak adanya tamu yang menikmati keindahan wisata di Berastagi.

“lima hari saya nyambi kerja di luar. Karena memang sama sekali tidak ada tamu datang,”kata Heri.

Secara akumulatif, peristiwa bencana tanah longsor di Jalan utama menuju Berastagi telah membuat adanya penurunan tingkat kunjungan. Sebagaimana dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga serta Pariwisata Karo, Munarta Ginting, angka penurunan itu mencapai 40 dari masa biasanya.

Jalur utama Medan-Berastagi, Sumatera Utara, dibuka lagi mulai Senin (02/12/2024) pagi. Jalan ini sempat tutup total akibat tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

Tim gabungan telah mengevakuasi korban, kendaraan, hingga membersihkan material longsor di lokasi bencana.

“Rapat koordinasi bersama instansi terkait menghasilkan keputusan bahwa jalur Medan-Berastagi akan kembali beroperasi mulai Senin (02/12/2024) pukul 09.00 WIB,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Pol Muji Ediyanto.(karodaily/berbagaisumber).

 

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.