
KARODAILY.id, Medan – Kabupaten Karo menjadi sorotan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Jumat (6/2/2026). Dalam forum strategis tersebut, Kabupaten Karo tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah di Provinsi Sumatera Utara, yakni sebesar 3,15 persen (year-on-year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,20.
HLM TPID Provinsi Sumatera Utara dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dan dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Utara, para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, termasuk Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes.
Dalam arahannya, Gubernur Sumatera Utara menekankan pentingnya peran aktif seluruh pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Jaga betul barang-barangnya, seluruh wilayah di Sumut sama-sama puasa, semua meningkat kebutuhan bahan pokoknya. Daerah lain sering meminta suplai bahan pokok dari kita, jangan sampai kita kekurangan dan harga-harga jadi naik di daerah kita sendiri,” ujar Bobby Nasution.
Gubernur juga mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai instrumen pengendalian pasokan, khususnya melalui pembelian langsung komoditas dari petani dengan harga yang kompetitif, sehingga ketersediaan barang tetap terjaga di masing-masing daerah.
Sementara itu, berdasarkan data Bank Indonesia, inflasi Provinsi Sumatera Utara per 2 Januari 2026 tercatat sebesar 3,81 persen (year-on-year). Angka tersebut menurun dibandingkan inflasi pada Desember 2025 yang mencapai 4,66 persen (year-on-year). Penurunan ini mencerminkan efektivitas sinergi pemerintah daerah, TPID, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengendalian inflasi regional.
Kegiatan HLM TPID tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Kapolda Sumatera Utara, Kajati Sumatera Utara, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, serta seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Pada kesempatan yang sama, capaian pengendalian inflasi Kabupaten Karo kembali menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, pada Desember 2025 inflasi year-on-year Provinsi Sumatera Utara tercatat sebesar 4,66 persen dengan IHK 112,25.
Adapun inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 10,84 persen (year-on-year) dengan IHK 119,24. Sebaliknya, inflasi terendah di Sumatera Utara tercatat di Kabupaten Karo, yaitu sebesar 3,15 persen (year-on-year) dengan IHK 111,20.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, menyampaikan bahwa hasil pemantauan harga konsumen pada Desember 2025 menunjukkan adanya perbedaan kinerja inflasi antarwilayah di Sumatera Utara.
“Berdasarkan hasil pemantauan Desember 2025, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 10,84 persen dengan IHK 119,24, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Karo sebesar 3,15 persen dengan IHK 111,20,” ujarnya.
Capaian tersebut menegaskan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Karo dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat sepanjang tahun 2025, di bawah kepemimpinan Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes. bersama Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP.
Pemerintah Kabupaten Karo juga dinilai konsisten mendukung kebijakan pengendalian inflasi daerah melalui penguatan koordinasi TPID, pengamanan pasokan bahan pangan strategis, serta upaya menjaga kelancaran distribusi komoditas, khususnya dalam menghadapi lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri.(karodaily/nanang)









