Bupati Karo Antonius Ginting saat memimpin apel gabungan Pemkab Karo.(ist)
KARODAILY.id, Kabanjahe — Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes mengimbau masyarakat Kabupaten Karo untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kini meningkat di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
“Jaga kesehatan kita dengan istirahat yang cukup dan apabila sudah sakit diharuskan memakai masker agar tidak menularkan ke rekan-rekan kita,” ujar Bupati Karo dalam arahannya saat apel pagi bersama seluruh ASN Pemkab Karo, Senin (03/11/2025).
Selain itu, Bupati Antonius Ginting juga mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo agar aktif berperan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan melalui media sosial, baik akun resmi perangkat daerah maupun akun pribadi.
Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dini penyakit menular, terutama saat memasuki musim penghujan.
Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, terjadi kenaikan kasus ISPA sebesar 15,3 persen atau sekitar 102.687 kasus tambahan pada bulan Juli 2025. Secara keseluruhan, total kasus ISPA di Sumatera Utara sejak Januari hingga September 2025 telah mencapai 669.835 kasus.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo menghimbau seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Jasura Pinem, menjelaskan bahwa peningkatan kasus ISPA dipengaruhi oleh peralihan musim ke musim hujan serta menurunnya kualitas udara akibat polusi.
“ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bawah, disebabkan oleh virus dan bakteri seperti rhinovirus dan Streptococcus pneumoniae. Gejalanya meliputi batuk, pilek, demam, dan sesak napas,” jelas Jasura di Kabanjahe, Senin (27/10/2025).
Ia menyebutkan, data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) menunjukkan peningkatan signifikan di Kabupaten Karo, dari 290 kasus pada minggu epidemiologi ke-12 menjadi 583 kasus pada minggu ke-42 tahun 2025. Dinkes Karo kini memperkuat koordinasi dengan Dinkes Provinsi Sumut, rumah sakit, dan puskesmas untuk memastikan penanganan cepat dan tepat di lapangan.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), rajin cuci tangan pakai sabun (CTPS) atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, terutama saat sakit atau di tempat ramai,menjaga pola makan bergizi seimbang dan berolahraga secara rutin,dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala ISPA.
“ISPA dapat menyerang siapa saja, mulai dari balita hingga lanjut usia. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat,” tambah Jasura.(karodaily/nanang).