Bupati Karo Antonius Ginting didaulat menyambut kedatangan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Kerja Tahun Persadan Merga Silima se – Provinsi Bengkulu.(ist)
KARODAILY.id, Bengkulu – Kehadiran Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. Dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., beserta istri Roswitha Br Bukit, SE, Ak., menyita perhatian dalam gelaran Perkolong-kolong Kerja Tahun Persadan Merga Silima se-Provinsi Bengkulu dan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang berlangsung di Sportarium Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Sabtu (15/11/2025).
Acara budaya yang berlangsung meriah itu juga dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Ketua Komisi IV DPRD Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring, serta Ketua Perpulungen Merga Silima Bengkulu Jarto Tarigan.
Pada sambutannya, Bupati Antonius Ginting menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Karo diaspora di Bengkulu yang dinilai berhasil menjaga solidaritas dan identitas budaya.
“Warga Karo di Bengkulu telah memberi teladan baik dalam menjaga kebersamaan. Kegiatan seperti ini bukan hanya wadah berkumpul, tetapi juga obat perindu bagi perantau yang merindukan kampung halaman,” ujarnya.
Sosok yang pernah mengabdi sebagai Kabid Dokkes Polda Bengkulu ini menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bentuk dukungan langsung terhadap pelestarian budaya Karo di luar tanah asal.
Bupati Karo Antonius Ginting menyempatkan diri diwawancarai Stasiun TV Bengkulu Ekpress.(ist)
Ia yang hadir bersama Sekretaris Bappedalitbang Karo Hasyim Siregar juga menyempatkan diri melakukan wawancara eksklusif di Stasiun TV Bengkulu Ekspress.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menilai Kerja Tahun Merga Silima sebagai sarana memperkuat persatuan dan memelihara warisan leluhur.
“Kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memperkuat semangat persatuan. Kehadiran Bupati Karo memberi makna besar bagi warga Karo di Bengkulu,” ujarnya.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan turut mengapresiasi gelaran tersebut dan menyatakan bahwa event seperti ini mampu memperkuat upaya pelestarian seni tradisi. Ia mendorong warga Karo perantau agar terus memberikan kontribusi positif bagi Bengkulu.
Rangkaian acara semakin meriah dengan penampilan Perkolong-kolong, seni vokal tradisi Karo yang menjadi simbol kebersamaan. Program GSMS juga turut menampilkan karya seni pelajar dari berbagai SMA/SMK di Bengkulu sebagai bagian dari regenerasi budaya di kalangan generasi muda.
Penyelenggara berharap kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya Karo, meski berada jauh dari tanah kelahiran.(karodaily/ nanang/berbagaisumber)