Friday, 30 January 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro RayaPeristiwa

Melirik Sisi Extreme Sungai Lau Biang, Lokasi Terbaliknya Perahu Tim Basarnas Medan

Arung jeram di Sungai Lau Biang.(ist)

KARODAILY.id, Karo – Operasi SAR lanjutan dalam peristiwa kecelakaan perahu Tim Basarnas,Rabu (16/10/2024 saat mencari adanya warga yang hanyut di Sungai Lau Biang, Kecamatan Tiga Binanga – Kuta Buluh, Karo dilanjutkan Jumat (18/10/2024).

Lantas seperti apa sebenarnya medan operasi yang membuat skuad para pencari ini terbalik ?. Berikut sedikit gambaran umum dari sungai Sungai Lau Biang.

Sungai Lau Biang terbentang antara Simalungun hingga Langkat. Hulunya berada di Kabupaten Simalungun (daerah Bawang & Tambak Bawang).

Aliran sungai membelah sejumlah wilayah di Karo mulai dari Suka Nalu, Kecamatan Barus Jahe, Tiga Panah, Kabanjahe, Munte, Tiga Binanga,Kuta Buluh hingga berakhir di Sei Wampu, Kabupaten Langkat.

Menurut Wikipedia, sungai Lau Biang merupakan hulu sungai Bahorok. Sungai Bahorok sendiri adalah salah satu anak sungai Wampu.

Sungai ini mempunyai air yang jernih dan cukup deras, mengalir langsung dari hutan-hutan lebat Taman Nasional Gunung Leuser.Melintasi Kabanjahe, Perbesi, Kuta Buluh, Marike dan bertemu Sungai Bohorok di Kabupaten Langkat (sebagai sungai Wampu). Setelah melewati Stabat dan Tanjung Langkat akhirnya bermuara di Selat Malaka.

Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Lau Biang dengan luas 94.147 hektar merupakan kawasan hulu DAS Wampu yang mempunyai luas 410.715 hektar,

Sungai Lau Biang memiliki tebing yang cukup extreme.(ist)

Sungai Lau Biang merupakan tipe sungai berarus deras dan berbatu atau bebatuan. Kedalamannya variatif antara 2 hingga 8 meter.

Sungai ini juga memiliki kontur tebing yang berbeda dari sungai lainnya. Dimana hampir di sepanjang sungai ini kontur tebingnya menjulang extreme antara 5 hingga 20 meter.

Tebing sungai yang cukup curam ini dapat dengan mudah didapati mulai dari jembatan Lau Dah, Kabanjahe sampai tapal batas wilayah Kabupaten Karo – Langkat.

Topografi extreme dan deras yang dimiliki Lau Biang kemudian dimanfaatkan oleh banyak pihak sebagai daya dukung beragam aktifitas.

Salah satunya sebagai sumber tenaga listrik, seperti yang dikelola PT. WEP dalam bentuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Rih Tengah, Kecamatan Kuta Buluh.

Selain itu, derasnya arus Lau Biang dalam beberapa waktu belakangan juga dikelola sebagai pusat olahraga arung jeram. Bahkan, lokasi ini telah dimasukkan pihak Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga serta Pariwisata Karo menjadi salah satu objek wisata olahraga.

Di luar itu, masyarakat sedari dulu memanfaatkan sungai Lau Biang sebagai pusat kegiatan memancing (ngkawil) dan penambangan pasir tradisional. Penambangan pasir dapat dijumpai di sekitar pinggir sungai Lau Biang yang ada di Lau Dah dan Perbesi.

Dua Personil SAR sudah ditemukan selamat di Lau Biang

Salah satu personil Tim SAR atas nama Jerry yang berhasil ditemukan Kamis (17/10/2024)

Operasi lanjutan pencaharian personil Tim SAR yang mengalami kecelakaan saat mencari adanya warga yang hanyut, Kamis (17/10/2024) membuahkan hasil. Tim SAR kembali menemukan tambahan personil yang dicari atas nama Jerry.

Jerry dari informasi yang diterima KARODAILY.id ditemukan sekitar 20 Km dari lokasi. Ia tampak dalam keadaan selamat saat diketemukan di dalam jurang dengan kedalaman jurang 70 meter.

Tim Vertical Resque yang diturunkan kemudian mampu membawa Jerry dengan selamat. Tepat pukul 13.00 WIB Jerry berhasil dievakuasi ke daratan yang aman.

Dengan temuan ini, sudah dua orang personil Tim SAR yang ditemukan. Sebelumnya,Tim SAR menemukan Robbi Daniel (29) di jalur sungai Lau Biang, Desa Ujung Deleng, Kecamatan Kuta Buluh, Karo. (karodaily/nanang).

 

 

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.