Bupati Karo Antonius Ginting didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan tekankan solusi efektif pada distribusi BBM di Kabupaten Karo.(ist)
KARODAILY.id, Kabanjahe – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo memperkuat koordinasi lapangan untuk menstabilkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi persoalan utama di daerah ini. Pemkab bersama jajaran terkait menargetkan peningkatan suplai BBM dari jumlah sebelumnya.
Langkah-langkah strategis tersebut dibahas dalam rapat Tim Pengawasan yang digelar pada Kamis (04/12/2025) di Ruang Rapat Bupati Karo.
Rapat dipimpin oleh Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP., serta Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM. Hadir pula Asisten II Setdakab Anderiasta Tarigan, Waka Polres Tanah Karo Kompol Gering Damanik, OPD terkait, perwakilan 14 SPBU, serta Pjs SBM Medan V Fuel PT Pertamina Patra Niaga, Vifki Leondo.
Perwakilan Pertamina, Vifki Leondo, menjelaskan bahwa kelangkaan BBM terjadi akibat cuaca ekstrem dan bencana alam di sejumlah wilayah.
“Distribusi dari Terminal BBM Belawan terganggu karena beberapa armada mengalami kerusakan, dan sebagian suplai harus dialihkan untuk penanganan bencana di Tapteng, Sibolga, dan Taput,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pasokan ke Kabupaten Karo per 4 Desember 2025 tercatat baru mencapai 80 persen.
“Namun kami menargetkan dalam beberapa hari ke depan suplai bisa meningkat hingga 120 persen. Saat ini enam mobil tangki sudah dalam perjalanan menuju Karo,” kata Vifki.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Karo Antonius Ginting mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam membeli BBM.
“Kami meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Beli sesuai kebutuhan saja. Kami juga meminta SPBU untuk menjaga agar tidak terjadi penimbunan,” tegasnya.
Ia memastikan Pemkab Karo terus memantau kondisi di lapangan.
“Monitoring distribusi akan kami lakukan secara berkala hingga situasi kembali normal,” ujar Bupati.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Sarjana Purba, juga menegaskan langkah percepatan yang ditempuh Pemkab.
“Mulai hari ini distribusi ke sejumlah SPBU diharapkan ditingkatkan. Dari yang semula hanya 8 ton per jenis BBM, kini menjadi 24 ton per jenis,” jelasnya.
Sarjana menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperkuat.
“Satpol PP, Dinas Perhubungan, kecamatan, hingga TNI/Polri kami libatkan untuk membantu pengawasan dan pengaturan antrean di SPBU,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan 14 SPBU di Kato turut menyampaikan kebutuhan tambahan kuota mengingat meningkatnya jumlah kendaraan menjelang akhir tahun.
Sedangkan Waka Polres Tanah Karo Kompol Gering Damanik mengusulkan pola penyaluran yang lebih simultan.
“Kalau suplai dilakukan serentak, pengamanan akan lebih maksimal dan potensi kemacetan bisa ditekan,” ujarnya.(karodaily/nanang).