Friday, 6 February 2026
kontak@karodaily.id
FokusJurnal Kabupaten

Pemkab Karo Tertibkan Kawasan Laudah, Pekerja Tani Dialihkan ke Lapangan RPH

Wakil Bupati Karo Komando Tarigan (berpakaian dinas ops Satpol PP) dan jajaran saat melakukan imbauan di Laudah Kabanjahe.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Pemerintah Kabupaten Karo mulai melakukan penataan aktivitas buruh tani (aron) di kawasan Laudah, sepanjang Jalan Besar Kabanjahe–Merek, guna mengatasi kemacetan lalu lintas serta meningkatkan kenyamanan masyarakat. Penertiban tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP, mewakili Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. Dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., pada Rabu (4/2/2026).

Kegiatan diawali dengan apel gabungan penertiban kelancaran lalu lintas dan ketertiban umum yang melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta perangkat terkait. Apel digelar sebagai langkah awal untuk menertibkan aktivitas berkumpulnya para pekerja tani di badan jalan kawasan Laudah yang selama ini kerap menimbulkan kepadatan arus kendaraan dan manusia.

Tampak hadir mendampingi Asisten Andreasta Tarigan, Kasat Pol PP John Karnanta Sembiring, Kadishub Frolin Peranginangin, Kadis LH Nius Ginting, Kadisnakerkop Adison Sebayang, Kadis Kominfo Hesti Maria Br Tarigan dan Camat Kabanjahe Sanusi Bardena Sembiring.

Menyampaikan arahan Bupati Karo, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan menegaskan bahwa kebijakan pemindahan lokasi berkumpul para pekerja tani bukan semata-mata untuk penertiban, tetapi merupakan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan ruang publik yang lebih aman dan tertata.

Menurutnya, keberadaan buruh tani di badan jalan tidak hanya berpotensi menimbulkan kemacetan, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan para pekerja itu sendiri serta pengguna jalan lainnya.

“Kebijakan ini diambil untuk kepentingan bersama. Pemerintah ingin memastikan lalu lintas di kawasan Laudah tetap lancar, masyarakat merasa nyaman, dan para pekerja tani juga memiliki tempat yang lebih aman dan layak untuk menunggu pekerjaan,” ujar Komando Tarigan saat menyampaikan pesan Bupati Karo di sela-sela kegiatan penertiban.

Usai pelaksanaan apel, Wakil Bupati Karo bersama petugas gabungan turun langsung ke lokasi untuk melakukan penertiban dan melakukan managemen rekayasa lalu lintas serta memberikan imbauan secara persuasif kepada para pekerja tani yang masih berada di badan jalan. Dalam kesempatan tersebut, para aron diminta untuk tidak lagi menjadikan kawasan Laudah sebagai tempat berkumpul dan menunggu pekerjaan.

Managemen rekayasa lalu lintas di kawasan padat Laudah Kabanjahe.(ist)

Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Karo telah menyiapkan Lapangan Rumah Potong Hewan (RPH) yang berada di Jalan Lingkar, Kabanjahe, sebagai lokasi resmi dan terpusat bagi para pekerja tani. Tempat tersebut dinilai lebih aman, tertib, dan layak, baik bagi para pekerja maupun bagi pengguna jalan.

Ia menambahkan, Lapangan RPH telah disiapkan sebagai lokasi alternatif yang dapat digunakan setiap hari oleh para pekerja tani. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus melakukan penataan secara bertahap, termasuk pengaturan teknis di lapangan agar aktivitas pencarian tenaga kerja pertanian dapat berlangsung dengan lebih tertib dan terkoordinasi.

Wakil Bupati Karo turut mengimbau para pemberi kerja dan pihak yang menjemput buruh tani agar menyesuaikan lokasi penjemputan di Lapangan RPH, sehingga tidak lagi melakukan penjemputan di sepanjang badan jalan kawasan Laudah.

Pemerintah Kabupaten Karo berharap seluruh buruh tani, pemberi kerja, serta masyarakat sekitar dapat mendukung kebijakan ini dengan mematuhi lokasi yang telah ditetapkan. Dukungan semua pihak dinilai sangat penting agar penataan kawasan Laudah dapat berjalan berkelanjutan dan tidak kembali menimbulkan permasalahan serupa di kemudian hari.

Melalui langkah penertiban dan pengalihan lokasi berkumpul ini, Pemkab Karo menegaskan komitmennya dalam mewujudkan ketertiban umum, meningkatkan keselamatan berlalu lintas, serta menciptakan wajah kawasan perkotaan Kabanjahe yang lebih tertata dan humanis.

Kawasan Laudah diketahui menjadi salah satu titik kumpul utama buruh tani setiap pagi. Para pekerja tersebut biasanya menunggu kendaraan jemputan pemberi kerja yang akan membawa mereka menuju berbagai lokasi pertanian di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karo dan Simalungun.

Aktivitas menunggu jemputan di tepi dan badan jalan inilah yang dinilai menjadi penyebab utama terganggunya arus lalu lintas di ruas Jalan Besar Kabanjahe–Merek, yang diketahui merupakan jalur vital penghubung antar kawasan.(karodaily /nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.