Friday, 30 January 2026
kontak@karodaily.id
AgronomicFokusKaro Raya

“Sekali Bapak Bertindak, Puluhan Ribu Masyarakat Terselamatkan”

Bupati Karo Antonius Ginting sumringah di areal pertanaman padi Paya Lahlah saat Panen Raya berlangsung.(ist)

KARODAILY.id, Mardingding – Hamparan padi yang menguning di kawasan Paya Lahlah, Kecamatan Lau Baleng–Mardingding, kini menjadi saksi bangkitnya harapan para petani. Setelah bertahun-tahun dihantui banjir dan kegagalan panen, senyum kembali merekah di wajah mereka. Bagi petani, panen kali ini bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol kemenangan atas bencana.

Kebangkitan tersebut tak lepas dari kerja cepat, terukur, dan kolaboratif yang dilakukan Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes bersama Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP dalam menuntaskan persoalan banjir yang sempat merendam sekitar 743 hektare areal persawahan di kawasan Paya Lahlah.

Salah satu ungkapan paling jujur datang dari Adfentus Tarigan, perwakilan Kelompok Tani Desa Lau Mulgap. Melalui akun Facebook pribadinya,Adfen—sapaan akrabnya—menuliskan rasa haru dan terima kasih kepada pemerintah daerah. Ia mengaku, kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati Karo di tengah krisis banjir telah mengembalikan keyakinan petani yang sempat nyaris hilang.

“Berkat bantuan dan perhatian Bapak-bapak sekalian, kami para petani di Paya Lahlah akhirnya dapat merasakan panen padi. Semoga ke depannya kami tidak lagi mengalami gagal panen,” tulisnya.

SC postingan Adfentus Tarigan di FB.(ist)

Perasaan Adfen tumpah dalam sebuah kalimat sederhana namun penuh makna yang ia jadikan caption foto panen: “Sekali Bapak Bertindak, Puluhan Ribu Masyarakat Terselamatkan.” Kalimat itu mewakili suara banyak petani yang selama ini hanya bisa pasrah melihat sawah mereka terendam air.

Dalam unggahan tersebut, Adfen juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah terus memberi perhatian terhadap lahan pertanian yang mereka kelola, sehingga bencana banjir tidak kembali menghantui masa depan petani.

“Kami sangat berharap lahan pertanian ini dapat terus berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga datang dari masyarakat Desa Lau Solu, Kecamatan Mardingding. Jauh sebelum panen raya digelar, warga desa ini telah merasakan dampak nyata dari normalisasi aliran air yang dilakukan Pemkab Karo. Sawah yang sebelumnya tak bisa ditanami kini kembali hijau dan produktif. Petani pun kembali menanam padi sebagai komoditas utama yang menjadi sandaran hidup keluarga mereka.

Wakil Bupati Karo Komando Tarigan mendampingi langsung Direktur Serelia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Abdul Roni Angkat, STP., M.SiDirektorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Abdul Roni Angkat, STP., M.Si

Hal senada disampaikan Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, STP., M.Si. Saat meninjau lokasi, ia mengapresiasi langkah cepat yang diambil pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan ini lahir dari kebersamaan dan kerja dalam satu komando demi kepentingan petani.

“Kita harus bersatu dalam satu komando untuk pertanian. Apa yang dilakukan di Karo ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Dalam pidato penuh semangat pada pelaksanaan Panen Raya Padi Sawah di kawasan Paya Lahlah, Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Selasa (20/01/2026), Bupati Karo Antonius Ginting mengenang kembali peristiwa banjir pada 10 Oktober 2024. Saat itu, sekitar 743 hektare sawah terendam akibat penyempitan aliran sungai dan tingginya sedimentasi.

Akibat banjir tersebut, petani mengalami kerugian besar dan semangat perlahan memudar. Namun, hal itu tidak mematahkan tekad kepemimpinan Antonius Ginting dan Komando Tarigan.

“Harapan sempat turun, bahkan hampir hilang. Tapi hari ini kita jawab semuanya dengan satu kata: bangkit,” tegas Bupati.

Ia menegaskan, banjir tidak dihadapi dengan keluhan, melainkan dengan kerja nyata dan kolaborasi. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian RI, BBWS Sumatera I dan II, hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemkab Karo menjalankan Program Optimasi Lahan dan Rawa (Oplah) Tahun 2025. Program ini mencakup normalisasi saluran dan sungai sepanjang ±15,4 kilometer guna memulihkan lahan pertanian.

Bupati Karo Antonius Ginting dan Wagubsu Surya beserta pimpinan daerah lainnya panen raya padi perdana pasca banjir di Paya Lahlah.(ist)

Pulihnya lahan pertanian dinilai menjadi hal paling utama, karena dari sektor inilah seluruh kebutuhan rumah tangga masyarakat tani bersumber.

“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi Karo. Selama petani sejahtera dan produksi stabil, ekonomi daerah akan tumbuh,” pungkasnya.

Kawasan Paya Lahlah yang mencakup Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng merupakan salah satu sentra produksi padi strategis di Kabupaten Karo dengan luas daerah irigasi sekitar 3.300 hektare. Pada tahun 2025, pemerintah daerah memprioritaskan pemulihan lahan seluas 1.500 hektare di tujuh desa.

Dengan produktivitas rata-rata 6,66 ton per hektare, total produksi padi diperkirakan mencapai sekitar 43.956 ton dalam dua musim tanam. Kerja keras Pemkab Karo bersama seluruh unsur terkait dalam penanganan banjir dinilai memberi kontribusi besar terhadap suksesnya panen raya tersebut.

Panen raya ini sekaligus dipandang sebagai momentum kebangkitan ekonomi pertanian pascabanjir dan kontribusi nyata Kabupaten Karo terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.(karodaily/nanang).

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.