Teknologi Pengeringan Dorong Daya Saing Bawang Merah, Bupati Karo Hadiri Penyerahan Instore Dryer

KARODAILY.id, Payung– Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr.dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menghadiri kegiatan serah terima bantuan Rumah Pengeringan (Instore Dryer) sekaligus Gerakan Penanaman Bawang Merah yang dipusatkan di Desa Selandi, Kecamatan Payung, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan agribisnis hortikultura Kabupaten Karo, khususnya pada subsistem pascapanen dan pemasaran yang selama ini menjadi faktor penentu nilai tambah bawang merah di tingkat petani. Bantuan sarana dan prasarana tersebut bersumber dari Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan daya saing dan keberlanjutan komoditas unggulan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Karo menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern tidak dapat dilepaskan dari pendekatan agribisnis yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan lahan, teknik budidaya, panen, pascapanen, hingga distribusi dan stabilisasi harga.
“Produktivitas bawang merah di Karo relatif baik, namun nilai ekonominya sering tergerus akibat pengelolaan pascapanen yang belum optimal. Pengeringan yang tidak terkontrol menyebabkan susut hasil tinggi, mutu menurun, dan posisi tawar petani melemah. Instore dryer ini berfungsi menjaga kadar air umbi pada level ideal, menekan serangan patogen, serta memperpanjang umur simpan sehingga nilai jual meningkat,” ujar Bupati, sebagaimana dilansir dari akun media sosial resmi Pemkab Karo.
Ia menambahkan, penerapan teknologi pengeringan modern tidak hanya berdampak pada kualitas fisik produk, tetapi juga pada efisiensi usaha tani dan stabilitas pendapatan petani. Bawang merah dan cabai, lanjutnya, merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki kontribusi signifikan terhadap inflasi daerah, sehingga penguatan produksi dan pascapanen menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Karo juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani sebagai pelaku utama agribisnis. Gapoktan Matahari selaku penerima manfaat diminta mengelola instore dryer secara komunal, menerapkan manajemen penggunaan yang tertib dan transparan, serta mengintegrasikannya dengan perencanaan produksi dan pemasaran.
“Pertanian ke depan harus dikelola sebagai sebuah sistem usaha. Tidak bisa lagi parsial. Kita perlu membangun sistem agronomi dan agribisnis yang terintegrasi, berbasis teknologi, dan berorientasi pada mutu serta nilai tambah,” tegasnya.
Sementara itu, Gerakan Penanaman Bawang Merah yang dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan bantuan diharapkan dapat mendorong penerapan praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices/GAP), mulai dari penggunaan benih bermutu, pengelolaan kesuburan tanah, irigasi yang efisien, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman secara ramah lingkungan.
Melalui sinergi antara peningkatan budidaya dan penguatan pascapanen, Pemerintah Kabupaten Karo menargetkan bawang merah tidak hanya sebagai komoditas produksi, tetapi juga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan.
Bupati Karo di akhir sambutannya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pertanian berbasis ilmu agronomi dan agribisnis, guna mewujudkan Kabupaten Karo sebagai sentra hortikultura unggulan yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Acara ini turut dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Iman Gunadi, Ph.D beserta jajaran, Ekonom Ahli BI Provinsi Sumut Abdul Khalim beserta jajaran, Direktur Keuangan dan TI Bank Sumut Arieta Aryanti beserta jajaran, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Herry Lestari Manalu, SP, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Karo, para kepala OPD terkait, Camat Payung, unsur Forkopimca Kecamatan Payung, PPL Kecamatan Payung, Kepala Desa Selandi Dani Sembiring, serta Ketua Gapoktan Matahari, Bujurkin.(karodaily/nanang)









