Rumah Page Berusia 150 Tahun Ludes Terbakar, Solidaritas Polsek–Damkar Karo–Warga Kampung Tempel Tuai Respect Paroki Berastagi


KARODAILY.id, Berastagi – Musibah kebakaran yang melanda lingkungan Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Berastagi pada Senin (18/05/2026) dini hari tidak hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga kehilangan nilai sejarah dan budaya. Salah satu bangunan yang ikut hangus dilalap api adalah Rumah Page (Keben) berusia sekitar 150 tahun yang selama ini menjadi bagian dari kawasan gereja.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu turut menghanguskan satu unit Rumah Adat Karo (Rumah Gugung), satu unit mobil antar jemput TK Santa Maria, serta sejumlah inventaris kantor paroki.
Di tengah duka akibat hilangnya bangunan bersejarah tersebut, Dewan Pastoral Paroki (DPPH) Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Berastagi menyampaikan surat terbuka berisi ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut membantu saat peristiwa kebakaran terjadi.
Surat terbuka itu ditandatangani oleh RP. Evander Purba, OFMCap mewakili Pastor Paroki, Andreas Hermanto Tarigan selaku Pelaksa I, serta Mangapul Jhon Riston Limbong sebagai Sekretaris.
Dalam surat yang diupload Selasa (19/05/2026) di akun media sosial Paroki Berastagi @paroki_berastagi, tersebut, pihak gereja menyampaikan apresiasi kepada Polsek Berastagi, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karo, masyarakat Kampung Tempel, Desa Sempa Jaya, Kecamatan Berastagi, serta umat Katolik Paroki Berastagi yang dinilai menunjukkan kepedulian dan solidaritas saat musibah berlangsung.
Pihak gereja menyebut dukungan berbagai pihak menjadi penguat di tengah kehilangan besar yang dialami, terlebih dengan musnahnya Rumah Page (Keben) yang diperkirakan telah berdiri selama lebih dari satu abad dan memiliki nilai historis.

Polsek Berastagi disebut turut membantu menjaga keamanan dan kenyamanan di lokasi kejadian. Sementara personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Karo berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas.
Masyarakat Kampung Tempel juga dinilai memiliki peran penting dengan membantu menghubungi petugas pemadam kebakaran serta ikut bergotong royong dalam proses penanganan kebakaran.
Dukungan juga datang dari umat Katolik Paroki Berastagi yang menyediakan bantuan logistik berupa makanan, minuman, obat-obatan, serta dukungan moral bagi para pihak yang terlibat.
“Bantuan tersebut sangat berarti. Di tengah musibah, kemanusiaan masih hidup dan nyata,” demikian kutipan isi surat terbuka tersebut.
Saat ini pihak gereja tengah melakukan proses pembersihan area terdampak kebakaran sebagai bagian dari tahapan pemulihan agar kawasan gereja kembali aman dan nyaman bagi umat maupun pengunjung.
Pihak Paroki Santo Fransiskus Assisi Berastagi berharap kebersamaan dan solidaritas yang terbangun selama masa sulit ini dapat terus terjaga serta menjadi kekuatan untuk bangkit kembali pasca musibah.(karodaily/ nanang).









