Monday, 14 September 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Kasus MBG Berastagi Naik Penyidikan, Polisi Mulai Bidik Dugaan Pidana

Wapres RI Gibran Rakabuming Raka didamping Gubsu Bobby Nasution dan Bupati Karo Antonius Ginting saat menjawab sejumlah pertanyaan dari keluarga korban keracunan MBG.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Polres Karo meningkatkan penanganan kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan peningkatan status perkara tersebut.

“Benar, sudah naik sidik,” kata Pedoman, Jumat (11/9/2026) ujarnya kepada sejumlah media.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya guru, siswa, dan dokter yang menangani para korban. Penyidik selanjutnya akan melakukan gelar perkara setelah pemeriksaan dinilai lengkap.

“Saksi-saksi sudah diperiksa, seperti guru, murid, dokter RS yang menangani. Mungkin kalau sudah lengkap akan digelar perkara,” ungkapnya.

Namun, polisi belum mengungkap secara rinci dugaan tindak pidana yang ditemukan maupun pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban.

Kasus ini bermula pada 13 Agustus 2026, ketika ratusan siswa mengalami mual, muntah dan pusing setelah menyantap makanan MBG. Sebanyak 353 siswa tercatat terdampak, berasal dari SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama dan SMP Swasta Bersama.

Sejumlah korban harus mendapat perawatan di rumah sakit, termasuk dirujuk ke Medan. Salah satunya Krismas br Sihite, siswi SMAN 1 Berastagi, yang hingga kini belum sepenuhnya pulih dan kembali menjalani perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RS Haji Medan.

Dua korban lainnya, Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba, bahkan dibawa ke Jakarta dan telah mendapat penanganan medis di RSCM Jakarta. Pihak RSCM belum dapat mengungkap kondisi detail keduanya karena menyangkut privasi pasien.

Keduanya diberangkatkan ke Jakarta atas keputusan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi pasien korban keracunan MBG di RS Efarina Etaham dan R Amanda Berastagi, Jumat (13/ 09/2026).

RDP DPRD Karo terkait kasus keracunan MBG di Karo.(ist)

Sementara itu, hasil pemeriksaan mikrobiologi UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Nomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026 tertanggal 16 Agustus 2026 menemukan tiga jenis bakteri pada sampel makanan dari sekolah.

Hasil tersebut dipaparkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Agustina Perangin-angin, SKM, M.Kes, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Karo bersama orang tua korban dan pihak terkait kasus keracunan MBG di ruang rapat DPRD Karo, Senin (07/09/2026).

Sampel nasi positif mengandung Bacillus cereus, ikan dencis dengan saus positif Staphylococcus aureus, sedangkan melon positif Escherichia coli (E. coli).

Yang menjadi perhatian, Staphylococcus aureus juga ditemukan pada sampel sisa muntahan salah satu korban bernama Mutiara. Temuan bakteri yang sama pada makanan dan sampel biologis korban menjadi salah satu fakta penting dalam pemeriksaan kasus.

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan perbedaan dengan sampel yang diambil langsung dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sampel nasi, ikan, sayur, tahu hingga melon dari dapur tercatat negatif terhadap bakteri patogen yang diuji.

Pemeriksaan kapang dan khamir masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu lima hingga tujuh hari.

Sebelumnya, investigasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan Sumatera Utara juga menemukan persoalan dalam pengelolaan makanan di SPPG, termasuk penyimpanan ikan di luar freezer. SPPG kemudian ditutup, sementara kepala SPPG dicopot dan dikenai sanksi disiplin.

Kini, polisi masih mendalami seluruh rangkaian pengelolaan MBG, mulai dari penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, distribusi hingga makanan dikonsumsi siswa untuk mengungkap dugaan tindak pidana dan pihak yang bertanggung jawab.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.