
KARODAILY.id, Jakarta – Dua siswa korban dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam rangkaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba, kini telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Keduanya dibawa ke Jakarta atas permintaan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari penanganan lanjutan. Setelah tiba di Jakarta, kedua pasien langsung diterima dan ditangani oleh tim medis RSCM.
Humas RSCM Jakarta, Sylvia, membenarkan bahwa kedua korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tersebut.
“Pasien sudah diterima dan mendapatkan penanganan oleh tim medis RSCM,” kata Sylvia saat dihubungi, Minggu (13/9/2026), sebagaimana dilansir detik.com.
Meski membenarkan kedua pasien telah menjalani penanganan, pihak RSCM belum dapat mengungkapkan kondisi medis mereka secara rinci kepada publik. Informasi mengenai kondisi pasien, menurut Sylvia, merupakan bagian dari privasi dan kerahasiaan medis.
“Namun, terkait kondisi medis secara detail, kami belum dapat menyampaikannya karena merupakan bagian dari privasi dan kerahasiaan pasien,” ujarnya.
Pemindahan kedua siswa ke Jakarta sebelumnya disampaikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bukan karena fasilitas maupun kemampuan tenaga medis di Sumatera Utara tidak memadai. Menurut Bobby, tim medis di Medan dinilai memiliki kemampuan untuk menangani kondisi para korban.
Keputusan membawa Agnesia dan Febiona ke Jakarta dilakukan setelah Wakil Presiden Gibran meminta agar keduanya mendapatkan penanganan sekaligus pemantauan lebih lanjut secara langsung di Jakarta.
“Sebenarnya kalau secara penanganan medis dari tim dokter yang membawa ke Jakarta juga menyampaikan tim medis kita yang di Medan itu mumpuni. Namun kemarin Bapak Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung, dimonitor langsung sama Bapak Wapres,” kata Bobby, Sabtu (12/9/2026).
Bobby menjelaskan, kedua siswa tersebut menjadi perhatian khusus karena selain kondisi medis yang perlu dipantau, mereka juga dinilai mengalami tekanan mental dan trauma yang lebih tinggi dibandingkan korban lainnya.
“Anak yang memang terindikasi medis dan traumanya lebih tinggi dari teman-teman yang lain, Pak Wapres minta langsung dibawa ke Jakarta,” ujarnya.
Menurut Bobby, proses pemulihan para korban tidak dapat hanya dilihat dari aspek kesehatan fisik. Kondisi mental dan psikis siswa juga perlu mendapatkan perhatian, terlebih setelah muncul berbagai komentar dan perundungan di media sosial yang dinilai turut memberikan tekanan kepada korban.
Karena itu, Bobby meminta semua pihak, termasuk masyarakat dan media, memberikan ruang yang cukup bagi para siswa untuk menjalani proses pemulihan tanpa tekanan tambahan.
Ia juga menyebut para korban telah diminta untuk sementara waktu tidak aktif atau mengurangi penggunaan media sosial sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi mental mereka.
Pemindahan dua korban ke RSCM Jakarta sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan penanganan terhadap siswa terdampak dilakukan secara menyeluruh.
Selain aspek medis, perhatian terhadap kondisi psikologis dan pemulihan mental korban juga menjadi bagian penting dalam proses penanganan kasus dugaan gangguan kesehatan yang terjadi setelah pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karo.(karodaily/nanang).








