
KARODAILY.id, Berastagi — Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Karo berkolaborasi dengan DPPA-KB Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan trauma healing bagi ratusan murid yang terdampak peristiwa gangguan kesehatan setelah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 13 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menyasar sebanyak 440 murid, terdiri dari 310 murid SMA Negeri 1 Berastagi dan 130 murid Yayasan Bersama Berastagi. Kegiatan dilaksanakan melalui program bertajuk “Curhat, Healing, and Let’s Grow Goes to School”, pada Senin (14/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan psikososial kepada para murid setelah mereka mengalami peristiwa yang cukup mengganggu aktivitas belajar dan menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Melalui trauma healing, para murid diberikan ruang yang aman dan nyaman untuk menyampaikan cerita, mengungkapkan perasaan, serta berbagi pengalaman yang mereka alami. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik anak dan remaja sehingga kegiatan tidak berlangsung dalam suasana formal, melainkan dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Berbagai aktivitas dilakukan untuk membangun komunikasi dan rasa nyaman para peserta. Para murid diajak bermain, berinteraksi, berbagi cerita, serta mengikuti kegiatan yang mendorong mereka untuk lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu para murid mengenali dan mengelola emosi setelah mengalami kejadian yang membuat mereka khawatir atau tidak nyaman. Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kenyamanan murid dalam menjalani aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.
Pemerintah Kabupaten Karo menilai dukungan terhadap para murid tidak hanya diperlukan dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga dari aspek psikologis dan sosial. Karena itu, pendampingan psikososial menjadi salah satu langkah penting dalam proses pemulihan pascakejadian yang dialami para siswa.

Kegiatan “Curhat, Healing, and Let’s Grow Goes to School” sekaligus menjadi bentuk kolaborasi lintas instansi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dalam memberikan perhatian terhadap kondisi anak dan remaja.
Ruang untuk bercerita dan mengekspresikan diri dinilai penting agar para murid tidak memendam pengalaman maupun kekhawatiran yang dirasakan. Dengan adanya pendampingan, mereka diharapkan mampu kembali menjalani proses pembelajaran dengan lebih tenang, nyaman, dan percaya diri.
Selain membantu proses pemulihan emosional, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara murid, sekolah, pendamping, serta instansi pemerintah yang terlibat dalam penanganan dampak peristiwa MBG.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak; Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, S.Pd., M.Pd.; perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara; perwakilan DPPA-KB Provinsi Sumatera Utara; serta Kepala DP3AP2KB Kabupaten Karo, Data Martina Br. Ginting, AP., M.Si.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, Normawati Martiana Ginting, S.Pd.
Dengan terlaksananya kegiatan selama dua hari ini, para pihak berharap proses pemulihan para murid dapat berjalan secara menyeluruh. Tidak hanya memastikan kondisi kesehatan mereka mendapat perhatian, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan ruang untuk memulihkan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan diri setelah peristiwa yang mereka alami.
Pendampingan psikososial tersebut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan kembali suasana sekolah yang kondusif, sehingga para murid dapat secara bertahap kembali fokus mengikuti kegiatan pembelajaran dan menjalani aktivitas sekolah seperti biasa.(karodaily/nanang).








