Saturday, 7 February 2026
kontak@karodaily.id
FokusSumatera Utara

Cegah Radikalisasi di Kalangan Pelajar, Densus 88 Gandeng Cabdis Pendidikan Wilayah IV Sumut

Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri menggandeng Cabang Dinas Pendidikan (Cabdis) Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara dalam kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisasi bagi para kepala sekolah di Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Barat.(ist)

KARODAILY.id, Tongging – Upaya penguatan pencegahan paham radikalisme di lingkungan pendidikan terus dilakukan. Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri menggandeng Cabang Dinas Pendidikan (Cabdis) Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara dalam kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisasi bagi para kepala sekolah di Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Barat.

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung pada Kamis (05/02/2026) di Pantai Sinalsal, Desa Tongging, Kabupaten Karo. Kegiatan ini diikuti oleh 91 kepala SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, yang berada di bawah koordinasi Cabdis Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari agenda rapat koordinasi tahunan Cabdis Pendidikan Wilayah IV. Dalam kegiatan tersebut, Tim Cegah Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 AT Polri memaparkan gambaran situasi terkini terkait potensi ancaman radikalisasi, khususnya yang mulai menyasar pelajar sebagai sasaran perekrutan.

Katim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pola penyebaran paham radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme telah mengalami pergeseran seiring perkembangan teknologi informasi.

Ia menjelaskan, penyampaian doktrin tidak lagi dilakukan secara terbuka, melainkan disisipkan secara perlahan melalui berbagai media digital yang dekat dengan keseharian pelajar, seperti media sosial, gim daring, maupun konten hiburan.

“Konten bermuatan radikal saat ini dikemas dengan narasi yang menarik, ringan, bahkan seolah-olah bernuansa edukatif. Inilah yang membuat pelajar menjadi kelompok yang sangat rentan jika tidak dibekali literasi digital dan pemahaman kebangsaan yang kuat,” ujar Ipda Kunto.

Dalam pemaparannya, Ipda Kunto juga menegaskan bahwa satuan pendidikan memiliki posisi yang sangat penting sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyebaran paham radikal di lingkungan sekolah.

Upaya deteksi dini tersebut, menurutnya, dapat dilakukan melalui penguatan peran guru, wali kelas, dan konselor sekolah, serta melalui pengawasan yang lebih intensif terhadap aktivitas peserta didik, khususnya dalam penggunaan media digital.

Pada kesempatan yang sama, Tim Cegah Densus 88 AT Polri turut menyampaikan sejumlah langkah edukatif yang dapat diimplementasikan di sekolah. Langkah tersebut meliputi penguatan wawasan kebangsaan, penanaman rasa cinta tanah air, pendalaman nilai-nilai Pancasila, pembinaan karakter peserta didik, penguatan moralitas, pembelajaran toleransi, hingga penyusunan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.

Para kepala sekolah juga didorong untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan orang tua serta masyarakat di sekitar sekolah sebagai bagian dari sistem perlindungan bersama bagi peserta didik.

Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari para peserta rapat. Para kepala sekolah berharap Densus 88 AT Polri terus mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk merumuskan kebijakan yang lebih tegas dan jelas mengenai pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah, sekaligus memperluas kegiatan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Melalui sinergi antara unsur kepolisian, dinas pendidikan, satuan pendidikan, dan masyarakat, lingkungan sekolah di Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Barat diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, serta berperan sebagai benteng utama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh paham radikal yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan persatuan bangsa.(karodaily/rill).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.