Monday, 16 March 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

42 Grup Peserta Siap Ramaikan Tabuh Bambu & Bedug Festival GARIS Berastagi ke-18 1447 H 2026

Panitia dan Peserta Tabuh Bambu & Bedug Festival 1447 H Tahun 2026 di Gedung Kesenian, Taman Mejuah juah, Berastagi.(ist)

KARODAILY.id, Berastagi – Suasana menyambut Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Karo kembali akan dimeriahkan dengan Tabuh Bambu & Bedug Festival Generasi Muda Islam (GARIS) Berastagi. Event tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-18 ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (19/03/2026) di Open Stage Taman Mejuah-juah Berastagi.

Tahun ini, sebanyak 42 grup tabuh dipastikan ambil bagian dalam festival yang selalu dinantikan masyarakat tersebut. Peserta terdiri dari 13 tim kategori junior dan 29 tim kategori remaja, yang akan menampilkan kreativitas musik tabuh bambu dan bedug dengan berbagai konsep pertunjukan.

Kepastian jumlah peserta ini didapatkan usai gelar technical meeting yang berlangsung Minggu (15/03/2026) di Gedung Kesenian, Taman Mejuah juah, Berastagi.

Festival Tabuh Bambu dan Bedug GARIS Berastagi juga telah tercatat sebagai salah satu agenda dalam Calendar of Event (CoE) Kabupaten Karo, sehingga menjadi bagian penting dalam kalender pariwisata daerah sekaligus ajang hiburan masyarakat saat libur Lebaran.

Ketua Panitia Pelaksana M. Fauzy, didampingi Sekretaris Galih Rakasiwi dan Bendahara Satria Winoman, mengatakan festival ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi wadah syiar Islam yang dikemas dalam bentuk seni dan budaya.

“Festival ini memadukan syiar keagamaan dengan kreativitas seni yang merdeka serta berbasis kearifan tradisional Karo,” ujar Fauzy yang akrab disapa Ozie.

Ia menjelaskan, setiap peserta didorong untuk menampilkan ciri khas daerah dalam setiap penampilannya, mulai dari kostum, aransemen musik, hingga lirik lagu yang dibawakan.

“Tidak hanya dari tampilan, kita ingin peserta berkreasi dengan menyandingkan ciri khas kedaerahan. Dari pakaian, musik hingga lirik mengangkat tema besar kearifan tradisional Karo tanpa meninggalkan pesan moral keagamaan,” jelasnya.

Menurut Ozie, perpaduan antara budaya Islam yang meng-Indonesia dengan seni budaya Karo menjadi daya tarik utama festival ini sehingga selalu dinantikan setiap tahunnya.

“Kehadirannya selalu dinanti masyarakat. Bahkan banyak perantau asal Karo yang pulang kampung saat Lebaran bisa berkumpul dan menikmati festival ini bersama keluarga,” katanya.

Dengan puluhan grup yang akan tampil dan beragam konsep pertunjukan yang disiapkan peserta, Tabuh Bambu & Bedug Festival GARIS Berastagi 1447 H/2026 M dipastikan kembali menghadirkan kemeriahan hiburan religi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat di Kabupaten Karo.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.