Wednesday, 29 April 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Karo–Palangka Raya Perkuat Kerja Sama Hortikultura, Jamin Pasokan dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Bupati Karo dan Wawali Palangka Raya tunjukkan komitmen memperkuat rantai distribusi produk hortikultura antara kedua daerah.(ist)

KARODAILY.id, Karo – Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Palangka Raya resmi memperkuat kerja sama antar daerah (KAD) di sektor hortikultura. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjamin pasokan komoditas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui rantai distribusi yang lebih efisien.

Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. Dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menyampaikan kebanggaannya atas kunjungan rombongan Pemerintah Kota Palangka Raya yang dipimpin Wakil Wali Kota, Ir. H. Achmad Zaini, M.P., IPU. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan mengisi kebutuhan komoditas hortikultura di Kalimantan Tengah yang belum dapat diproduksi secara optimal di daerah tersebut.

“Kami sangat bangga hari ini kedatangan dari Kota Palangka Raya dalam rangka kerja sama mengisi hortikultura produksi Kabupaten Karo yang memang di sana tidak diproduksi, namun sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah dan lima provinsi di Kalimantan,” ujar Bupati Karo kepada wartawan usai meninjau pengolahan pasca panen komoditas pertanian Karo bersama Wakil Wali Kota Palangka Raya, Selasa (28/04/2026) di Kecamatan Tiga Panah.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas unggulan Karo seperti cabai merah telah lebih dulu dikirim ke Palangka Raya. Ke depan, pengiriman akan diperluas mencakup wortel, kentang, kol, hingga bawang merah.

“Hari ini kami juga melihat langsung sentra produksi wortel yang menjadi kebanggaan Kabupaten Karo, baik dari tekstur maupun rasanya. Ini akan segera kita upayakan untuk dipasarkan ke Palangka Raya bersama komoditas lainnya,” tambahnya.

Bupati Karo dan Wawali Palangka Raya ketika mengunjungi lokasi pengolahan pasca panen milik Gapoktan Terpuk Sisiwah, Desa Suka, Tiga Panah.(ist)

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang difasilitasi Bank Indonesia telah dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama teknis antar perangkat daerah terkait, khususnya dinas pertanian dan perdagangan dari kedua wilayah.

Adapun perjanjian teknis tersebut ditandangani Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo tentang distribusi dan stabilisasi pasokan komoditas pertanian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan daerah.

Bupati Karo menekankan pentingnya percepatan realisasi transaksi sebelum kunjungan balasan dilakukan.

“Harapan kami, sebelum kunjungan balasan ke Palangka Raya, transaksi sudah berjalan. Sehingga saat kami ke sana, tinggal seremonial karena kerja samanya sudah berjalan efektif,” katanya.

Ia juga menyoroti upaya memotong rantai distribusi yang selama ini dinilai merugikan petani.

“Dengan kerja sama ini, kita ingin memotong beberapa mata rantai off-taker yang selama ini kerap menentukan harga. Petani harus mendapatkan harga jual yang lebih tinggi, sementara konsumen tetap memperoleh harga terjangkau,” tegasnya.

Butuh hortikultura Karo yang segar dan terjangkau

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Ir. H. Achmad Zaini, M.P., IPU, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Karo. Ia mengakui bahwa daerahnya masih bergantung pada pasokan dari luar untuk memenuhi kebutuhan hortikultura.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karo yang telah memfasilitasi kami melihat langsung produktivitas petani. Ini luar biasa, karena ada beberapa komoditas yang memang tidak tersedia di Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Bupati Karo dan Wakil Wali Kota Palangka Raya ketika melakukan peninjauan packaging produksi wortel Karo di PT. Juma Berlian Exim Desa Lambar, Kecamatan Tiga Panah.(ist)

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya yang difasilitasi Bank Indonesia dan kini telah memasuki tahap implementasi teknis di lapangan.

“Harapan kami, kerja sama ini benar-benar diimplementasikan. Yang terpenting adalah bagaimana komoditas dari Karo bisa sampai di Palangka Raya dalam kondisi segar dan berkualitas, meskipun jaraknya cukup jauh,” katanya.

Menurutnya, peran pemerintah adalah memfasilitasi konektivitas antara petani dan pelaku usaha.

“Kami akan menghubungkan petani di Karo dengan pelaku usaha di Palangka Raya agar komunikasi berjalan baik dan transaksi bisa langsung terjadi,” jelasnya.

Achmad Zaini juga menegaskan bahwa Kalimantan Tengah merupakan wilayah konsumen dengan produktivitas pertanian yang masih terbatas.

“Kami masih banyak bergantung pada pasokan dari luar. Jika kerja sama ini berjalan, dampaknya tidak hanya untuk Kota Palangka Raya, tetapi juga kabupaten lain di sekitarnya,” ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi kualitas komoditas Karo, khususnya wortel.

“Saya sudah mencoba langsung, teksturnya luar biasa. Meskipun saya dari Malang yang juga punya produksi wortel, ada kekhasan tersendiri di Karo. Kami berharap komoditas ini bisa masuk ke Palangka Raya,” pungkasnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan antar daerah, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani Kabupaten Karo.

Petakan kebutuhan hortikultura asal Karo di Palangka Raya

Pemkab Karo dan Pemko Palangka Raya usai gelaran FGD di Aula Rakoetta Brahmana, Kantor Bupati Karo.(ist)

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah konkret tindak lanjut kerja sama antar daerah (KAD) di sektor pangan hortikultura.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rakutta Brahmana Kantor Bupati Karo ini mempertemukan pelaku usaha hortikultura Kabupaten Karo, pemangku kepentingan, dan perwakilan Bank Indonesia yang bertindak sebagai fasilitator utama serta penyokong logistik dalam skema KAD untuk membahas optimalisasi distribusi komoditas unggulan.

FGD ini bertujuan untuk memetakan potensi komoditas hortikultura Karo, seperti cabai merah dan sayur-mayur, guna menjamin kestabilan pasokan dan harga di Kota Palangka Raya.

Sebagai daerah produsen, Kabupaten Karo berkomitmen menyuplai kebutuhan pangan strategis ke Palangka Raya yang bertindak sebagai daerah konsumen.Adapun poin utama dalam FGD ini meliputi stabilitas harga,realisasi distribusi, dandpeningkatan kesejahteraan

Pada kesempatan tersebut, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. Dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., juga menunjukkan aktivitas Kelompok Tani Terpuk Sisiwah di Desa Suka Nalu, Kecamatan Tiga Panah, dalam pemanfaatan teknologi Solar Dryer Dome untuk pengeringan cabai kepada Wakil Wali Kota Palangka Raya.

Selain itu, rombongan turut mengunjungi gudang penyimpanan wortel milik PT Anugerah di Desa Mulawari serta PT Juma Berlian Exim di Desa Lambar, Kecamatan Tiga Panah.(karodaily/nanang)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.