Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Karo Davit Kristian Sitepu.(ist)
KARODAILY.id, Kabanjahe – Fraksi Partai NasDem DPRD Karo mengecam keras pemberitaan Majalah Tempo edisi 13–19 April 2026 yang dinilai menghina Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, sekaligus partai yang dipimpinnya.
Kecaman tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Karo, David Kristian Sitepu, kepada sejumlah wartawan, Rabu (15/04/2026) di Kabanjahe.
David menyebut pihaknya menilai pemberitaan Majalah Tempo tidak didasarkan pada fakta dan lebih banyak berisi opini. Ia juga menyoroti tampilan sampul majalah yang memuat karikatur Ketua Umum NasDem yang dianggap tidak pantas dan melecehkan.
“Kami mengecam pemberitaan yang tidak berdasarkan fakta. Apa yang disajikan lebih pada opini dan imajinasi, bahkan karikatur di sampul kami nilai sangat menghina,” ujarnya.
Ia menegaskan, bagi kader NasDem, Surya Paloh merupakan sosok yang sangat dihormati, bahkan dipandang layaknya orang tua. Karena itu, menurutnya, wajar jika kader merasa tersinggung dan menilai pemberitaan tersebut tidak benar serta merugikan.
Sejalan dengan sikap DPP dan DPW Partai NasDem Sumatera Utara, pihaknya mendesak agar Majalah Tempo segera menarik edisi tersebut dari peredaran, memberikan klarifikasi pada edisi berikutnya, serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media nasional.
“Demokrasi tidak boleh dipengaruhi narasi yang tidak utuh. Kebebasan pers harus dijalankan secara bertanggung jawab, bukan justru menciptakan persepsi yang keliru terhadap institusi politik,” tegasnya.
Lebih lanjut, David menilai pemberitaan tersebut telah melampaui batas kritik dan cenderung membangun framing yang tidak seimbang serta menggiring opini publik secara sepihak. Ia juga mengkritisi narasi yang menyederhanakan politik sebagai sekadar transaksi kekuasaan.
Menurutnya, hal tersebut berpotensi merusak pemahaman masyarakat terhadap peran partai politik sebagai representasi kedaulatan rakyat. Selain itu, ia turut menyoroti penggunaan metafora yang menyamakan partai politik dengan korporasi yang dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi demokrasi.
“Kami menilai ini bukan lagi kritik yang sehat, tetapi sudah mengarah pada pembentukan opini yang tidak berimbang,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, David menegaskan bahwa partai politik merupakan wadah perjuangan ide, gagasan, dan aspirasi rakyat. Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan seharusnya berpijak pada data dan fakta, bukan spekulasi yang dikemas secara berlebihan.
“Partai politik adalah wadah perjuangan rakyat. Kritik itu penting, tetapi harus berbasis data, bukan spekulasi yang bisa mendistorsi realitas,” pungkasnya.(karodaily/nanang).