Bupati Karo Antonius Ginting didampingi Kadis Kesehatan Imanuel Sinuhaji bersama Menkes RI Budi Gunadi Sadikin.(ist)
KARODAILY.id, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Karo terus memperkuat sektor kesehatan dengan mendorong pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang lebih modern dan representatif. Upaya ini dibahas langsung oleh Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr Antonius Ginting, Sp.OG,M.Kes, dalam pertemuan strategis bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Kamis (23/04/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam peningkatan infrastruktur kesehatan di Tanah Karo, khususnya untuk memperluas akses layanan medis berkualitas bagi masyarakat di wilayah dataran tinggi yang selama ini masih terbatas.
Dalam pertemuan itu, Bupati Karo didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dr. Immanuel Sinuhaji, Sp.PA, serta turut dihadiri Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pembahasan berlangsung intens dengan fokus pada rencana pembangunan gedung RSUD yang lebih modern, lengkap dengan fasilitas penunjang serta layanan spesialis. Pemkab Karo menilai revitalisasi RSUD sangat mendesak mengingat beban layanan kesehatan yang terus meningkat serta kebutuhan masyarakat akan fasilitas rujukan yang memadai semakin tinggi.
“Pembangunan RSUD ini bukan sekadar fisik, tetapi tentang menghadirkan layanan kesehatan spesialis yang lebih dekat dan berkualitas bagi masyarakat Karo,” ujar Antonius Ginting.
Bupati Karo menegaskan bahwa pembangunan RSUD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa warga Karo membutuhkan akses pengobatan spesialis yang lebih dekat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Medan.
“Kami ingin masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Medan untuk mendapatkan pelayanan medis yang optimal,” tambah Antonius Ginting.
Selain itu, pembahasan juga mencakup integrasi layanan kesehatan lanjutan, pemenuhan standar sarana dan prasarana, serta kesiapan tenaga medis, terutama dokter spesialis yang masih menjadi tantangan di daerah.
Menteri Kesehatan menekankan bahwa pembangunan RSUD di daerah harus selaras dengan program transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya pada penguatan layanan rujukan.
“Rumah sakit daerah harus mampu menjadi pusat layanan rujukan yang kuat dan mandiri di wilayahnya,” tegas Budi Gunadi Sadikin.
Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan juga memberikan catatan penting terkait keberlanjutan layanan.
“Pembangunan RSUD harus disertai roadmap yang jelas agar layanan berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Azhar Jaya.
Meskipun terdapat sejumlah tantangan, baik dari sisi administratif maupun teknis, Pemerintah Kabupaten Karo tetap optimistis usulan pembangunan RSUD ini akan mendapat dukungan pemerintah pusat, termasuk melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun skema bantuan lainnya.
Jika rencana ini terealisasi, pembangunan RSUD yang lebih modern di Kabupaten Karo diharapkan mampu meningkatkan akses layanan kesehatan rujukan, mempercepat penanganan pasien, mengurangi beban rumah sakit di kota besar, serta pada akhirnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh di Tanah Karo.