
KARODAILY.id, Kabanjahe — Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr.dr. Antonius Ginting,Sp.OG,M.Kes, terus mendorong percepatan pengembangan kawasan wisata Tongging sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Upaya tersebut diwujudkan melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, termasuk permintaan dukungan anggaran kepada Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Dalam pertemuan daring yang berlangsung di ruang KCC Kantor Bupati Karo, Selasa (17/03/ 2026), Bupati Antonius Ginting berdialog langsung dengan Ketua DEN, Luhut Binsar Panjaitan. Pertemuan ini membahas peningkatan potensi pariwisata dan pembangunan infrastruktur di Tongging, termasuk rencana pembangunan dermaga kapal feri.
Bupati Karo menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, terkait penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang akan didanai kementerian terkait. Ia juga meminta dukungan DEN untuk membantu komunikasi dengan Kementerian Keuangan guna alokasi anggaran pembangunan.
“Saya berharap dukungan Ketua DEN agar alokasi anggaran ini dapat dikomunikasikan dengan Menteri Keuangan, sehingga rencana pembangunan dapat segera direalisasikan,” ujar Antonius Ginting.
Menanggapi hal tersebut, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan kawasan Tongging, khususnya pembangunan dermaga kapal feri. Ia juga mengungkapkan rencana untuk menggelar rapat lanjutan bersama sejumlah kementerian terkait setelah libur Lebaran, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian PUPR.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi Bupati Karo dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta pada awal Maret 2026. Dalam audiensi tersebut, Antonius Ginting mengusulkan peningkatan kapasitas Dermaga Tongging agar dapat disandari kapal feri jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang mampu mengangkut kendaraan wisatawan.
Menurutnya, kehadiran layanan feri Ro-Ro akan menjadi penghubung strategis antarwilayah di sekitar Danau Toba, khususnya antara Kabupaten Karo dan Kabupaten Samosir. Hal ini diyakini akan meningkatkan konektivitas destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Data yang dipaparkan Pemerintah Kabupaten Karo menunjukkan bahwa pada tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut mencapai sekitar 1,7 juta orang. Sementara itu, kawasan Tongging mencatat rata-rata kunjungan sekitar 200.000 wisatawan per tahun.
Namun demikian, sebagian besar wisatawan masih bersifat transit dan belum menetap lebih lama di Tongging. Kondisi ini disebabkan belum tersedianya sarana transportasi penyeberangan yang memungkinkan wisatawan membawa kendaraan langsung menuju kawasan lain di Danau Toba, seperti Samosir.
“Dengan adanya layanan feri, wisatawan tidak hanya singgah, tetapi dapat melanjutkan perjalanan lintas wilayah dengan lebih mudah. Ini akan memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelas Bupati.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Pemerintah Kabupaten Karo berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pusat ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, sekaligus mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan.(karodaily/nanang).
© Copyright KARODAILY.id 2016-2025





