Bupati Antonius Ginting Sukses Bangun Kepercayaan Pasar Sumbagut, Distribusi Hortikultura Karo Diproyeksi Makin Luas

KARODAILY.id, Berastagi – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., berhasil membangun kepercayaan pasar regional terhadap potensi hortikultura Kabupaten Karo. Hal itu terlihat dari kunjungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama para pedagang besar wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dalam rangka memperkuat distribusi hasil pertanian, memperluas akses pasar petani, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan daerah.
Kehadiran para pedagang besar asal Aceh, Sumatera Barat, dan Riau menjadi indikator meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan hortikultura dari Kabupaten Karo. Pemerintah Kabupaten Karo dinilai mampu menciptakan iklim perdagangan yang memberi kepastian distribusi bagi komoditas unggulan petani.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan fasilitas Cold Storage Juma Berlian dan lahan pertanian hortikultura di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, yang turut didampingi Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, S.P.
Perwakilan Juma Berlian menjelaskan komoditas unggulan hortikultura Kabupaten Karo seperti wortel, jeruk, dan brokoli memiliki kapasitas produksi tinggi, mencapai 50 hingga 100 ton per hari. Komoditas tersebut selama ini telah dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Surabaya, Bali, dan Samarinda.
“Produksi ini berasal dari petani-petani Karo yang selama ini bekerja sama dengan kami. Karena hasil pertanian memiliki masa panen sekitar tiga sampai empat bulan, keberadaan cold storage sangat membantu menjaga kualitas produk agar tetap baik saat didistribusikan,” ujar perwakilan Juma Berlian.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama di Gundaling Farm bersama Bupati Karo Antonius Ginting.
Dalam diskusi yang diikuti Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara beserta jajaran, perwakilan BI Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Aceh, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M., para pedagang besar dari Kabupaten Karo, menguat pentingnya fasilitas penyimpanan.
Keberadaan fasilitas penyimpanan dingin dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung sistem agribisnis hortikultura modern, terutama menjaga mutu produk, memperpanjang umur simpan komoditas, serta meningkatkan efisiensi rantai distribusi antar daerah.
Bupati Karo terus perkuat kemampuan distribusi hortikultura petani

Di sisi lain, Bupati Karo Antonius Ginting juga terus mempercepat perluasan pasar hortikultura melalui implementasi kerja sama antar daerah (KAD) antara Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Komitmen tersebut terlihat saat Antonius Ginting mengikuti kegiatan Business Matching dan Site Visit KAD secara virtual melalui Zoom Meeting di Ruang Karo Command Center (KCC), Kantor Bupati Karo.
“Yang kita inginkan bagaimana hasil bumi Karo benar-benar masuk ke pasar Palangka Raya dan memberi dampak ekonomi bagi petani,” tegas Antonius Ginting.
Pertemuan yang difasilitasi Bank Indonesia tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk membuka jalur distribusi baru bagi komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Karo sekaligus memperkuat ketahanan pangan antardaerah.
Menurut Antonius Ginting, kerja sama antar daerah harus menghasilkan transaksi perdagangan nyata yang mampu menciptakan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah tujuan distribusi.
“Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan petani Karo memiliki akses pasar yang lebih luas di Kalimantan, sementara masyarakat Palangka Raya memperoleh pasokan pangan berkualitas dengan harga yang stabil,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Karo berkomitmen memperkuat rantai distribusi dan mempertemukan sentra produksi dengan daerah yang membutuhkan pasokan hortikultura secara berkelanjutan.
“Kita ingin petani tidak lagi bingung soal pasar. Produksi ada, kualitas bagus, maka tugas pemerintah adalah membuka akses distribusi dan mempertemukan dengan daerah yang membutuhkan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Karo menilai pasar hortikultura di Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan nilai ekonomi sektor pertanian Karo. Karena itu, implementasi kerja sama distribusi komoditas terus dipercepat agar segera masuk ke tahap transaksi perdagangan rutin.
Sebagai bagian dari realisasi kerja sama, Gapoktan Terpuk Sisiwah sebelumnya telah melakukan pengiriman cabai merah keriting sebanyak 1.050 kilogram ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pengiriman tersebut difasilitasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo Sarjana Purba, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Caprilus Barus, serta Kepala Dinas Pertanian Michael Purba.(karodaily/ nanang).









