
KARODAILY.id, Kabanjahe – Upaya pencegahan kanker serviks atau kanker mulut rahim terus diperkuat. Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Karo menggelar pelatihan kader IVA Test tingkat desa dan kelurahan se-Kecamatan Kabanjahe di Aula Kantor Camat Kabanjahe, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Ny. Roswitha Antonius Ginting, yang sekaligus memberikan pembekalan kepada para kader PKK tingkat desa dan kelurahan se Kecamatan Kabanjahe agar mampu menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).
Para peserta mendapatkan pemahaman tentang prosedur pemeriksaan IVA, pola sosialisasi yang efektif kepada masyarakat, hingga langkah pendampingan terhadap perempuan yang menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Menurut Ny. Roswitha Antonius Ginting, kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit yang mengancam kesehatan perempuan dan sering terlambat terdeteksi karena minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin.
Untuk itu terangnya, kader PKK memiliki peran strategis sebagai penyambung informasi kesehatan di tengah keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati. Melalui pelatihan ini, saya berharap para kader semakin percaya diri dalam mengajak ibu-ibu di lingkungan masing-masing untuk tidak takut melakukan IVA Test. Ini adalah langkah nyata kita dalam melindungi kaum perempuan di Kabupaten Karo dari ancaman kanker mulut rahim,” ujar Ny. Roswitha Antonius Ginting.
Ia juga menekankan bahwa pemeriksaan IVA merupakan metode sederhana, cepat, dan efektif untuk mendeteksi gejala awal kanker serviks. Dengan deteksi dini, peluang kesembuhan penderita menjadi jauh lebih besar sehingga angka kematian akibat kanker serviks dapat ditekan.
“Banyak perempuan datang berobat ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Padahal, jika diketahui sejak dini, penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat dan risiko fatal bisa diminimalisir. Karena itu edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Kabanjahe, David Cardona, AP, S.Sos., M.I.Kom., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian TP PKK Kabupaten Karo terhadap kesehatan perempuan.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini penyakit yang selama ini masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian perempuan.
“Kami dari Pemerintah Kecamatan Kabanjahe sangat mendukung kegiatan preventif seperti ini. Kesehatan masyarakat adalah investasi jangka panjang. Kami siap memfasilitasi program-program edukasi kesehatan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kaum perempuan,” kata David Cardona.
Ia berharap para kader yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan aktif memberikan sosialisasi dan mengajak kaum ibu untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi.
Pelaksanaan pelatihan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Karo dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kabanjahe dan Puskesmas Korpri. Dalam sesi pelatihan, tenaga medis memberikan materi teknis mengenai prosedur pemeriksaan IVA, faktor risiko kanker serviks, pola hidup sehat, serta pentingnya pemeriksaan berkala bagi perempuan usia produktif.
Para peserta juga diberikan simulasi dan pendampingan langsung agar mampu memahami alur pelayanan IVA Test secara menyeluruh sebelum nantinya diterapkan di lingkungan masing-masing.
Selain memperkuat kapasitas kader, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa pemeriksaan kesehatan reproduksi bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan.
TP PKK Kabupaten Karo menilai keterlibatan kader di tingkat desa dan kelurahan sangat penting karena mereka lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial di lingkungan masing-masing. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan persuasif, diharapkan masyarakat semakin terbuka untuk melakukan pemeriksaan IVA secara rutin.
Melalui sinergi antara TP PKK, Pemerintah Kecamatan, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas, diharapkan cakupan pemeriksaan IVA di Kecamatan Kabanjahe dapat meningkat signifikan dalam beberapa waktu ke depan.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama dalam menekan angka kanker serviks dan meningkatkan kualitas kesehatan perempuan di Kabupaten Karo melalui gerakan deteksi dini yang berkelanjutan.(karodaily/rill).









