
KARODAILY.id, Jakarta – Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda kembali mengalami erupsi. Aktivitas vulkanik gunung api tersebut disertai suara gemuruh dan fenomena lava fountain atau air mancur lava yang terlihat dari sekitar kawasan gunung.

Meski aktivitas vulkanik kembali meningkat, status Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat maupun wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan yang masuk dalam zona berbahaya.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dipublikasikan melalui situs MAGMA Indonesia milik PVMBG, pemantauan dilakukan dalam periode enam jam, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Sabtu (5/9/2026).
Dalam periode pengamatan tersebut, kondisi cuaca di sekitar gunung api terpantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang dengan arah dominan menuju barat laut. Kondisi cuaca tersebut turut memengaruhi jarak pandang terhadap tubuh dan kawah Gunung Anak Krakatau.
Hasil pengamatan visual menunjukkan gunung api sempat terlihat jelas sebelum kemudian tertutup kabut dengan tingkat 0–III. Sementara itu, asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.
“Pengamatan visual: Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” tulis pengamat gunung api Rioboniek Situmorang dalam laporan tersebut.
Meski asap kawah tidak teramati pada periode pemantauan, aktivitas erupsi yang menghasilkan suara gemuruh dan fenomena lava fountain menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih perlu mendapat perhatian serius.
PVMBG menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap diminta mengikuti seluruh rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait. Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif karena potensi bahaya dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik.
Selain bahaya langsung dari aktivitas erupsi, kawasan sekitar gunung api juga berpotensi mengalami lontaran material vulkanik. Karena itu, pembatasan aktivitas dalam radius tertentu menjadi bagian penting dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat maupun wisatawan yang berada di wilayah Selat Sunda.
PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi resmi perkembangan aktivitas gunung api dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau akan terus dilakukan oleh petugas untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik. Informasi mengenai perubahan status maupun rekomendasi keselamatan akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga terkait.
Masyarakat yang berada di wilayah sekitar Selat Sunda diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi perkembangan aktivitas yang berpotensi membahayakan.(karodaily/berbagaisumber)
© Copyright KARODAILY.id 2016-2025





