
KARODAILY.id, Berastagi – Pemulihan siswa yang terdampak insiden keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi kini tidak hanya menyasar kondisi fisik. Pemerintah Kabupaten Karo mulai memperkuat pendampingan psikologis sekaligus membuka pos pelayanan kesehatan untuk memastikan kondisi para siswa terus terpantau.

Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, pos pelayanan kesehatan, Rabu (09/09/2026), dibuka di dua titik, yakni SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama Berastagi yang menaungi jenjang SMA, SMK, dan SMP.
Di lokasi tersebut, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus memberikan edukasi dan motivasi kepada siswa yang masih berada dalam masa pemulihan.
Pendekatan yang dilakukan juga dibuat lebih persuasif. Sejumlah siswa diberikan kesempatan untuk menuliskan keluhan kesehatan yang masih mereka rasakan, sekaligus menyampaikan harapan dan cita-cita mereka setelah melewati kejadian tersebut.
Catatan para siswa itu menjadi salah satu bahan bagi tim kesehatan untuk mengetahui keluhan yang mungkin belum tersampaikan secara langsung. Langkah tersebut juga diharapkan membantu tenaga kesehatan melihat kondisi siswa secara lebih menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya tekanan atau trauma setelah insiden.
Pendampingan Psikologis Berkelanjutan

Perhatian terhadap kondisi mental korban juga dilakukan secara khusus terhadap Febiola br Purba, siswi kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Swasta Bersama Berastagi.
Pemkab Karo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Selasa (08/09/2026) memberikan pendampingan psikologis langsung kepada Febiola di kediamannya di Kelurahan Tambak Lau Mulgab II, Kecamatan Berastagi, Selasa (8/9/2026).
Konseling dilakukan oleh psikolog anak dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Karo. Pendampingan tidak berhenti pada satu kali pertemuan karena tim psikolog telah menjadwalkan konseling lanjutan secara berkala.
Langkah tersebut dilakukan untuk memantau kondisi psikis Febiola sekaligus membantu proses pemulihan agar ia dapat kembali menjalani aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman.
Febiola merupakan salah satu siswa yang terdampak insiden keracunan makanan dalam program MBG di Berastagi. Kasus tersebut sebelumnya mendapat perhatian luas setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis.
Pendampingan kepada Febiola dipimpin Kepala DP3AP2KB Kabupaten Karo, Data Martina Br Ginting, AP., M.Si., didampingi Camat Berastagi Ijin Gurusinga, S.P., serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.
Keterlibatan lintas perangkat daerah tersebut memperlihatkan bahwa penanganan korban mulai diarahkan pada pemulihan yang lebih menyeluruh. Bukan hanya pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memastikan kondisi psikologis anak mendapat perhatian.
Pemkab Karo juga meminta orang tua dan pihak sekolah ikut mengawal perkembangan para siswa terdampak. Lingkungan keluarga dan sekolah yang aman serta suportif dinilai penting agar anak tidak mengalami tekanan tambahan selama proses pemulihan.
Dengan dibukanya pos pelayanan kesehatan dan dilakukannya pendampingan psikologis secara berkelanjutan, Pemkab Karo memastikan pemantauan terhadap para siswa korban insiden MBG di Berastagi terus dilakukan, termasuk terhadap keluhan kesehatan maupun kondisi psikologis yang muncul setelah kejadian.(karodaily/nanang).








