Lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Dok. Istimewa)
KARODAILY.id, Jakarta – Lima jurnalis dan dua awak kapal dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk meliput aktivitas erupsi gunung tersebut.
Tim Search and Rescue (SAR) dari Basarnas Banten saat ini dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi terakhir rombongan diketahui berada.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (07/09/2026) siang.
“Pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB, jurnalis Banten bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Al Amrad dalam keterangan yang dikutip dari detikcom, Selasa (08/09/2026) sebagaimana dilansir CNN Indonesia.
Berdasarkan data Basarnas, total terdapat tujuh orang yang masih dalam pencarian. Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas (freelance).
Sementara dua orang lainnya merupakan awak kapal yang hingga kini masih dalam proses pendataan identitas.
Sebelum dinyatakan hilang kontak, salah seorang jurnalis dalam rombongan sempat berkomunikasi dengan rekannya yang berada di Lampung. Dalam komunikasi tersebut, korban sempat membagikan titik lokasi atau share location keberadaan kapal.
“Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay, pada pukul 14.42 WIB (7/9) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak. Sampai berita ini dilaporkan, korban belum ditemukan,” jelas Amrad.
Berdasarkan pemutakhiran data Basarnas pada Selasa (8/9/2026) pukul 19.40 WIB, dipastikan terdapat tujuh orang dalam rombongan yang berangkat menuju perairan Selat Sunda menggunakan kapal tersebut. Rombongan terdiri atas lima jurnalis dan dua awak kapal.
Hingga Selasa malam, petugas gabungan masih melakukan penyisiran dan pencarian untuk menemukan seluruh anggota rombongan yang hilang kontak.
Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan berbahaya dan menyerahkan proses pencarian kepada tim SAR yang tengah melakukan operasi di lapangan.(karodaily/ berbagaisumber)