Jalur jalan yang sempat digenangi lahar dingin Sinabung kembali dapat dilalui di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiga Nderket.(ist)
KARODAILY.id, Karo – Limpasan lahar dingin Gunung Sinabung sempat menutupi badan jalan di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Selasa (8/9/2026). Fenomena tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan puncak dan lereng Gunung Sinabung.
Kepala Pos Pantau Gunungapi Sinabung (PPGA), Armen Putra, membenarkan adanya aliran lahar dingin yang melintas di wilayah Desa Perbaji dan Desa Sukatendel, termasuk kawasan sekitar Desa Mardinding, Kecamatan Tiganderket.
Aliran lahar tersebut kemudian bergerak menuju aliran Sungai Lau Borus. Ketinggian material yang terbawa aliran diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter dan terlihat membawa sejumlah material berupa potongan kayu berukuran kecil.
Armen mengatakan, tingginya curah hujan di kawasan puncak dan lereng Sinabung menjadi faktor yang memicu terjadinya aliran material tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan kondisi jalan di Desa Sukatendel telah kembali kondusif pada Rabu (9/9/2026).
Jalan di Desa Sukatendel yang sebelumnya digenangi lahar dingin Sinabung.(ist)
Berdasarkan laporan Camat Tiganderket, Aldian Palapa Purba, material yang sebelumnya sempat menggenangi badan jalan telah dibersihkan oleh petugas gabungan. Arus lalu lintas di lokasi juga telah kembali normal dan jalan sudah dapat dilalui masyarakat.
Pemkab Karo mengimbau warga agar tidak panik menyikapi video maupun informasi yang beredar di media sosial terkait kejadian tersebut. Namun, masyarakat diminta tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi di kawasan Gunung Sinabung.
Terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan pengguna jalan yang melintasi kawasan rawan, kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika hujan deras mengguyur wilayah puncak dan lereng gunung.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai ketika hujan lebat serta menjaga jarak dari jalur aliran material vulkanik. Aliran lahar dapat kembali membawa material vulkanik, kayu maupun material lainnya sewaktu-waktu apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Pemkab Karo bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan. Masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai perkembangan kebencanaan melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Karo dan BPBD Kabupaten Karo serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Dengan kondisi jalan yang telah kembali normal, aktivitas masyarakat di Desa Sukatendel berangsur berjalan seperti biasa. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi hal penting bagi warga di sekitar kawasan aliran Sungai Lau Borus, khususnya selama curah hujan masih tinggi.(karodaily/nanang).