Pemkab Karo dan Pemkot Lhokseumawe Bangun Sinergi Perdagangan, Didukung BI dan Corus International

KARODAILY.id, Kabanjahe – Pemerintah Kabupaten Karo terus memperluas jaringan pemasaran produk pertanian dan UMKM lokal melalui kerja sama antardaerah. Kali ini, Pemkab Karo menggandeng Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, dalam ajang Expo Karo Business Matching and Community Market Linkage Expo 2026 di Jambur Milala, Kabanjahe, Kamis (17/9/2026).

Expo Karo 2026 sendiri mempertemukan kelompok tani, pelaku usaha, pembeli (buyer), serta sektor perbankan.
Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., yang diwakili Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP., menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama antardaerah menjadi salah satu strategi untuk memperluas pasar produk unggulan Karo sekaligus meningkatkan nilai ekonomi yang diterima petani dan pelaku UMKM.
“Melalui kolaborasi dengan Kota Lhokseumawe ini, kita membawa produk hortikultura unggulan Karo ke Aceh dan sebaliknya membawa produk unggulan mereka ke sini. Pola business matching yang sebelumnya kita lakukan ke Palangka Raya bahkan telah merealisasikan pengiriman rutin sayur dan cabai hingga satu kontainer per minggu,” ujar Komando.
Kerja sama tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Lhokseumawe. Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, SE., menyatakan kesiapan daerahnya untuk menyerap komoditas hortikultura dari Karo guna memenuhi kebutuhan pasar lokal di Aceh.
Sebagai bagian dari hubungan perdagangan dua arah, Lhokseumawe juga membuka peluang untuk memasok produk unggulan dari sektor perikanan dan kelautan ke Kabupaten Karo.

Dukungan terhadap kerja sama antardaerah ini juga datang dari Bank Indonesia (BI). Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, menilai kerja sama antardaerah (KAD) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus membantu pengendalian inflasi.
“Kepastian pasokan dari Karo akan mencegah kelangkaan barang di Lhokseumawe sehingga harga tetap stabil. Untuk mendukung hal itu, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah turut memfasilitasi subsidi ongkos transportasi pengiriman barang langsung dari Karo ke Lhokseumawe agar biaya logistik lebih efisien dan menjadi solusi win-win bagi kedua belah pihak,” jelas Yudo.
Penguatan akses pasar tersebut turut mendapat dukungan Corus International melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pendampingan pelaku usaha lokal.
Project Manager MECIHO Corus International, Handaru Suryo Putro, menjelaskan bahwa business matching tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendampingan program MECIHO terhadap empat desa binaan, kelompok tani, dan UMKM di Kabupaten Karo.
“Kegiatan ini memfasilitasi para petani dan UMKM binaan agar produk yang telah dikembangkan dapat dipasarkan secara langsung kepada buyer potensial dari luar daerah. Kami menutup gap pemasaran ini dan memfasilitasi mereka agar siap secara kualitas maupun aspek perbankan (bankable),” kata Handaru.
Selain membuka akses pasar, Corus International juga mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis gender dengan menetapkan sasaran penerima manfaat minimal 70 persen berasal dari kelompok perempuan.

Dukungan terhadap pelaku usaha juga dilakukan melalui bantuan modal produktif (seed capital) berupa barang senilai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta untuk setiap unit usaha. Bantuan tersebut telah disalurkan di sejumlah desa binaan, di antaranya Desa Raya, Ergaji, dan Dokan, untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM.
Dalam kegiatan tersebut, Corus International bersama Pemkab Karo juga meluncurkan katalog produk binaan yang memuat beragam komoditas pertanian dan produk kerajinan lokal, termasuk Batik Karo. Katalog tersebut diperkenalkan kepada para buyer dan sektor perbankan sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan pemasaran produk lokal.
Tak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, Expo Karo 2026 juga menghadirkan berbagai layanan untuk mendukung pengembangan UMKM. Pelaku usaha mendapatkan layanan pengurusan izin usaha hingga sertifikasi halal secara gratis.
Selain itu, digelar pelatihan pemasaran digital untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi dan berbagai platform digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.
“Melalui kegiatan ini kami ingin pelaku usaha tidak hanya datang untuk menjual produk, tetapi juga mendapatkan pengetahuan, jaringan, dan akses yang dapat membantu mengembangkan usahanya,” katanya.
Rangkaian Expo Karo 2026 juga diisi dengan pameran produk dan jasa lokal, business matching, pasar murah, flash sale, penampilan seni dan budaya, serta peresmian katalog produk dan karya komunitas Kabupaten Karo.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Expo Karo 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, lembaga keuangan, pemerintah, dan mitra pendamping untuk membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.(karodaily/nanang)








