Thursday, 17 September 2026
kontak@karodaily.id
FokusNasional

Kabar Menggembirakan dari RSCM: Siswi Karo Korban Keracunan MBG Tak Hilang Ingatan, Akhir Pekan Diproyeksikan Pulang

Konferensi pers perkembangan kondisi medis Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, dua siswi asal Karo, Sumatera Utara yang kini dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) usai keracunan makanan bergizi gratis, Rabu (16/9/2026)(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

KARODAILY.id, Jakarta – Kabar menggembirakan datang dari Febiona Purba, siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu korban dalam insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Agustus 2026.

Tim dokter spesialis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kondisi terbaru Febiona setelah menjalani perawatan di Jakarta. Hasil evaluasi medis menunjukkan kondisi Febiona terus membaik, termasuk fungsi ingatan dan kondisi neurologisnya.

Febiona dirujuk ke RSCM pada Sabtu (12/9/2026) bersama korban lainnya, Agnesia Paruliana Silitonga. Keduanya mendapat penanganan dari tim dokter spesialis RSCM setelah mengalami gangguan kesehatan pascainsiden keracunan MBG di Kabupaten Karo.

Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, Dr. Renan Sukmawan, mengatakan sejak tiba di RSCM, kondisi kedua pasien tidak membutuhkan perawatan intensif.

Keduanya dirawat di ruang rawat biasa dan masih mampu berkomunikasi serta melakukan kontak dengan baik.

“Pasien dapat berkomunikasi dan kemudian kontak baik. Kedua adik kita ini sudah kita rawat dan alhamdulillah saya ingin menyampaikan bahwa hari ini kondisi sudah saya rasa sih sudah baik dan jauh lebih baik,” kata Renan dalam konferensi pers di RSCM, Rabu (16/9/2026), sebagaimana dilansir Kompas.com.

Renan mengatakan tim dokter kini berfokus pada proses pemulihan kedua pasien. Jika kondisi terus membaik, Febiona dan Agnesia dipersiapkan untuk menjalani perawatan lanjutan secara rawat jalan sehingga dapat kembali ke rumah dan bersekolah.

“Insya Allah segera kami rencanakan rawat jalan, supaya adik-adik kita, anak-anak kita ini cepat sekolah kembali,” ujarnya.

Tak hilang ingatan

RSCM gelar konpers penanganan dua siswi Karo diduga keracunan MBG, Rabu (16/9/2026). (Dok. RSCM)

Di tengah proses pemulihan tersebut, tim dokter RSCM juga meluruskan informasi mengenai dugaan Febiona mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak RSCM, Prof. Dr. Dr. Setyo Handryastuti, mengatakan hasil wawancara klinis dan pemeriksaan penunjang menunjukkan fungsi ingatan Febiona dalam kondisi baik.

“Yang jelas pada saat saya periksa saat ini, ananda (Febiona) ingatannya sangat baik, ya. Memori jangka pendek maupun jangka panjangnya. Dan juga pemeriksaan elektroensefalografi juga tidak menunjukkan gangguan apa pun,” ujar Handry.

Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) dilakukan untuk merekam aktivitas listrik otak. Berdasarkan evaluasi tersebut, tidak ditemukan gangguan pada aktivitas otak Febiona.

Handry juga menjelaskan bahwa diagnosis awal yang mencurigai adanya gangguan fungsi saraf pusat telah dievaluasi lebih lanjut. Hasil pemeriksaan neurologi tidak menunjukkan adanya masalah pada organ otak Febiona.

Menurutnya, diagnosis neurologi Febiona mengarah pada paroxysmal non-epileptiform event, yakni suatu kejadian atau serangan yang muncul secara tiba-tiba, tetapi bukan epilepsi maupun gangguan organik pada otak.

“Bahasa awamnya adalah suatu serangan tiba-tiba yang bukan merupakan suatu kejang sebetulnya, dan juga bukan problem organ dari otak itu sendiri,” jelasnya.

Dugaan gangguan psikotik tidak terbukti

Salah satu korban MBG di Bandara Kualanamu, Deli Serdang (Dok. Istimewa)

Selain pemeriksaan neurologis, Febiona juga mendapatkan penanganan dari tim Departemen Psikiatri RSCM.

Sebelumnya, terdapat dugaan bahwa Febiona mengalami kondisi psikotik pascainsiden keracunan yang membuatnya mengalami kesulitan membedakan realitas dan fantasi.

Namun, Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja RSCM, Prof. Dr. Dr. Tjhin Wiguna, mengatakan hasil evaluasi klinis di RSCM tidak mendukung dugaan tersebut.

Menurut Tjhin, gejala yang lebih terlihat pada Febiona adalah beberapa kali serangan panik dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir. Kondisi tersebut dapat muncul ketika seseorang mengalami tekanan besar.

“Ketika kami telusuri di sini, kelihatannya kondisi itu (gangguan psikotik) kurang mendukung. Yang pasti mendukung adalah adanya beberapa serangan panik dalam waktu satu bulan ini,” kata Tjhin.

Ia juga memastikan kondisi kognitif Febiona saat ini baik dan stabil. Febiona mampu mengenali tempat, waktu, orang-orang di sekitarnya serta menceritakan kronologi dan kondisi yang dirasakannya secara runtut.

“Dia tahu dia di mana, dia tanggal berapa, hari apa, siapa, dia semuanya tahu. Jadi saya tidak melihat adanya disorientasi atau ada masalah pada memori kerjanya,” ujarnya.

Diproyeksikan pulang akhir pekan

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Bupati Karo Antonius Ginting menjenguk pasien korban keracunan MBG di RS Efarina Etaham.(ist)

Saat ini, kondisi Febiona dan Agnesia disebut terus berangsur pulih. Keduanya ditempatkan di ruang perawatan VIP standar Kencana RSCM untuk mendukung kenyamanan selama menjalani proses pemulihan, termasuk dari sisi psikologis.

Apabila kondisi medis keduanya tetap stabil, tim RSCM memproyeksikan Febiona dan Agnesia dapat kembali pulang pada akhir pekan ini.

Setelah kembali ke Sumatera Utara, kondisi keduanya akan tetap dipantau melalui koordinasi antara tim dokter RSCM dengan dokter di Sumatera Utara. Perawatan lanjutan akan dilakukan secara rawat jalan sesuai kebutuhan medis masing-masing.

Renan juga mengimbau masyarakat, keluarga, sekolah, dan media untuk memberikan ruang privasi kepada kedua pasien setelah keluar dari rumah sakit.

Menurutnya, perhatian publik yang terlalu besar terhadap anak-anak usia remaja yang sedang menjalani pemulihan justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan dari sisi psikologis.

“Kita mengajak semua pihak ya untuk memberi kesempatan anak-anak, adik-adik kita ini untuk tenang kembali. Tidak diwawancara atau apa di media dan sebagainya sehingga bisa kembali beraktivitas,” kata Renan.

Dengan kondisi yang semakin membaik, Febiona dan Agnesia kini dipersiapkan untuk melanjutkan proses pemulihan di luar rumah sakit. Tim RSCM akan terus melakukan pemantauan kesehatan keduanya melalui koordinasi dengan dokter sejawat di Sumatera Utara.(karodaily)

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.