Jenguk Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG SMK 1 Merdeka, Pemkab Karo Pastikan Penanganan Medis Berjalan

KARODAILY.id, Berastagi – Pemerintah Kabupaten Karo terus memantau kondisi para siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kecamatan Merdeka, yang menjalani perawatan setelah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., diwakili Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP., menjenguk para siswa yang dirawat di Rumah Sakit Amanda, Berastagi, Jumat (18/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Komando Tarigan memberikan penghiburan sekaligus menanyakan kondisi terkini para pelajar. Ia juga meminta agar kondisi seluruh pasien terus dipantau dan mendapat perhatian secara menyeluruh selama menjalani perawatan.
Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Karo dr. Immanuel Sinuhaji dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Karo Hesti Maria Br Tarigan.
Berdasarkan data yang dikunjungi, hingga Jumat (18/9/2026), sebanyak 29 siswa SMK Negeri 1 Merdeka masih menjalani perawatan di RS Amanda. Namun, sebahagian diantaranya sudah tinggal menunggu pulang dan menyisakan 18 orang pasien lagi.
Sementara itu, dua pasien telah dirujuk ke rumah sakit di Medan, masing-masing ke RSUP H. Adam Malik dan RS Haji Medan.
Di tengah proses penanganan para siswa, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Merdeka Cinta Rakyat, Dodi Manda Sembiring, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para penerima manfaat, atas kejadian tersebut.
“Kami meminta maaf atas kejadian yang terjadi saat ini,” ujar Dodi.
Dodi juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama pihak terkait akan bertanggung jawab terhadap biaya dan proses penyembuhan para pasien hingga tuntas.
Kronologi kejadian

Peristiwa gangguan kesehatan tersebut terjadi pada Senin (14/9/2026), setelah makanan MBG dibagikan kepada siswa SMK Negeri 1 Merdeka.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Penanggung Jawab (PIC) sekolah, Tangsi Bangun, melaporkan kepada Ahli Gizi SPPG Karo Merdeka Cinta Rakyat bahwa menu ikan nila sambal ijo yang dibagikan kepada siswa berbau dan terasa asam sehingga dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG mendatangi sekolah untuk melakukan pengecekan. Setelah mencicipi makanan, pihak SPPG membenarkan adanya penurunan kualitas pada menu tersebut.
Sebagai langkah awal, seluruh ompreng makanan yang telah maupun belum disantap siswa kemudian ditarik dari sekolah.
Namun, sekitar 10 menit setelah pihak SPPG kembali ke dapur pusat, laporan mengenai siswa yang mulai mengalami gangguan kesehatan kembali diterima.
Sekitar pukul 12.29 WIB, Ahli Gizi SPPG mendapat laporan dari pihak sekolah bahwa sejumlah siswa mengalami keluhan berupa kebas pada bagian mulut serta gatal-gatal pada tangan dan kaki.Keluhan kemudian dialami oleh sejumlah siswa lainnya.
Sekitar pukul 13.50 WIB, sebanyak 10 siswa yang mengalami gejala dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Semangat, Simpang Guru Singa, Kecamatan Merdeka, untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Karena keterbatasan tenaga medis dan obat-obatan di Pustu, para siswa selanjutnya dievakuasi ke RS Amanda, Berastagi, sekitar pukul 16.00 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga Jumat (18/9/2026), sebagian besar pasien masih menjalani perawatan dan pemantauan medis di RS Amanda, sementara dua siswa telah mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan di Medan.
Pemerintah Kabupaten Karo bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa serta penanganan atas kejadian tersebut.(karodaily/nanang)








