Thursday, 29 October 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Bupati Karo Paparkan Usulan Kampung Kreatif kepada Gubernur Sumut, Dorong Potensi Lokal Jadi Penggerak Ekonomi

Bupati Karo Antonius Ginting memaparkan dua usulan Kampung Kreatif dari Karo kepada Gubsu Bobby Nasution.(ist)

KARODAILY.id, Medan – Pemerintah Kabupaten Karo terus berupaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal melalui usulan program Kampung Kreatif. Langkah ini diharapkan menjadi salah satu strategi untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperkuat daya tarik wisata, serta melestarikan kekayaan budaya Kabupaten Karo.

Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., melalui pemaparan langsung usulan program Kampung Kreatif Kabupaten Karo kepada Gubernur Sumatera Utara dan tim penilai di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Selasa (27/10/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Karo didampingi sejumlah jajaran Pemerintah Kabupaten Karo untuk menyampaikan gambaran potensi daerah, gagasan pengembangan kawasan, serta peluang ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui program Kampung Kreatif.

Pemaparan ini merupakan tindak lanjut Surat Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 400.10.2/008/VII/2026 tanggal 3 Juli 2026 tentang Pengajuan Proposal Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Kabupaten/Kota.

Melalui program tersebut, Pemkab Karo berupaya menghadirkan konsep pengembangan wilayah yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga mengoptimalkan kreativitas masyarakat, kekayaan budaya, potensi pariwisata, serta produk unggulan daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.

Kabupaten Karo memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif, mulai dari tradisi dan kebudayaan masyarakat Karo, kerajinan lokal, kuliner khas, hingga potensi pertanian dan pariwisata. Apabila dikelola secara terintegrasi, berbagai potensi tersebut dapat menjadi daya tarik yang memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Pengembangan Kampung Kreatif juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Kreativitas warga dalam mengembangkan produk lokal, menjaga tradisi, serta menghadirkan atraksi dan pengalaman wisata yang menarik dapat menjadi nilai tambah bagi kawasan yang dikembangkan.

Dari sisi ekonomi, program ini berpotensi membuka kesempatan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perajin, pelaku kuliner, kelompok seni budaya, serta masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata dan jasa pendukungnya.

Dengan demikian, Kampung Kreatif tidak sekadar menjadi ruang untuk menampilkan kekhasan daerah, tetapi juga diharapkan berkembang sebagai ekosistem ekonomi masyarakat yang mampu menciptakan lapangan usaha, meningkatkan nilai produk lokal, dan memperluas peluang pemasaran.

Dalam pemaparan tersebut, Bupati Karo berharap usulan yang diajukan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sehingga program Kampung Kreatif dapat direalisasikan di Kabupaten Karo.

Dukungan pemerintah provinsi diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mendorong pengembangan kawasan berbasis potensi lokal, termasuk melalui pembinaan, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan daya tarik ekonomi dan pariwisata.

Bagi Kabupaten Karo, pengembangan Kampung Kreatif menjadi peluang untuk menghubungkan kekayaan budaya dengan potensi ekonomi daerah. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dapat terus dilestarikan, sementara kreativitas masyarakat memperoleh ruang untuk berkembang dan menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Melalui usulan program ini, Pemkab Karo berharap potensi lokal tidak hanya dikenal sebagai kekayaan budaya dan daya tarik wisata, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(karodaily/rill)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.