KaroDaily,KABANJAHE – Jemaat Runggun Gereja GBKP Simpang VI Kabanjahe memperingati Jumat Agung Kematian Yesus Kristus, Jumat (14/04/2017). Seperti tahun-tahun sebelumnya, hikmah peringatan Jumat Agung ini pun ditandai dengan gelaran Via Dolorosa atau Jalan Salib, kisah sengsara Yesus di atas Kayu Salib.
Via Delorosa sendiri bagi umat Kristen merupakan sebuah peragaan penderitaan Yesus yang mengugah hati dan coba ditampilkan dalam kehidupan nyata, meski peristiwa aslinya telah terjadi ribuan tahun silam.
Perjuangan Yesus untuk sampai di tujuan tetap hidup hingga saat ini. Dari tahun ke tahun itulah salah satu sisi dari sosok Yesus yang diangkat dalam bentuk peragaan prosesi penyaliban Sang Penebus dosa.
Amatan, 14 tempat pemberhentian prosesi jalan sengsara Yesus, diantaranya mulai dari Yesus dihukum mati walau tidak ditemukan salahnya, Yesus jatuh untuk pertama kalinya, Yesus berjumpa dengan ibu-Nya, hingga Yesus disalibkan, Yesus meninggal dikayu salib, diturunkan dan dimakamkan semuanya diperankan oleh pertua dan diaken se Runggun GBKP Simpang VI. Bahkan aktor Yesus dengan luar biasa diperankan oleh Pdt Dormanis Pandia.
Penghayatan yang prima dari para pemeran diapresiasi ratusan jemaat bahkan warga masyarakat yang ikut menyaksikan jalannya prosesi ikut larut berlinang air mata menyaksikan beratnya penderitaan Tuhan Yesus memikul kayu salib.
Sepanjang route Via Dolorosa mulai dari GBKP Simp VI Jalan Kapten Selamat Ketaren, Bundaran Tugu Adipura Simpang VI Kabanjahe, Jalan Pahlawan, Jalan Nusa Indah, Mariam Ginting, Jalan Letnan Rata Perangin-angin, Jalan Pahlawan, Jalan Kapten Selamat Ketaren dan kembali ke halaman belakang GBKP Simpang VI Kabanjahe, ratusan jemaat terlihat antusias.
Kisah sengsara Yesus tersebut melengkapi rangkaian persembahyangan menuju Paskah, setelah sebelumnya digelar kebaktian Kamis Putih, maka Jumat Agung adalah simbolisasi penyerahan diri Yesus demi menebus dosa umat manusia.
Di sela-sela peragaan itu, Pdt Lisa Selvina Br Tarigan, STh dalam sebuah penyampaian kepada seluruh umat GBKP Simpang VI Kabanjahe yang mengikuti prosesi Jumat Agung mengatakan, pengorbanan Yesus tak akan bisa tertandingi dengan adegan-adegan seperti yang baru saja dilaksanakan.
“Peragaan prosesi suci ini bagi gereja GBKP Simpang VI Kabanjahe sendiri adalah suatu sarana untuk membangun iman umat menjadi kuat seperti Yesus, yang tak sepatah katapun terucap saat dirajam dan dicambuk,” ungkapnya sembari berharap semoga dengan apa yang sudah diperankan itu dapat menjadi penggugah semangat hidup iman jemaat GBKP Simpang VI Kabanjahe yang sejati karena Yesus dalam segala penderitaan-Nya tak pernah mengeluh selain berserah kepada Bapa-Nya.
Sementara Ketua Panitia Tangkas Ferdinan Ginting didampingi Sekretaris Jimmy Tarigan, Bendahara Arnis Tarigan dan Luhut Nadeak berharap, dengan acara parade jalan salib ini, jemaat tidak hanya menghayati pengorbanan luar biasa dari Yesus, tetapi lebih dari itu, jemaat juga bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di mana jemaat harus berdamai dengan diri sendiri, sesama, dan lingkungan sekitarnya.
Artinya, masyarakat bisa semakin peduli dengan sesama dan alam lingkungannya sebagai bentuk penghormatan terhadap anugerah yang sudah diberikan oleh Yesus Kristus secara cuma-cuma bagi umat manusia.
“Kita berharap, acara ini bukan sekedar kegiatan rutin dalam menyambut Paskah, tetapi bisa memberikan sebuah sentuhan yang mendalam direlung hati jemaat dan masyarakat umum untuk bisa kembali kepada jalan kebenaran dan menjadi berkat bagi sesama dan lingkungannya,” tandas Ferdinan.
Usai prosesi Jalan Salib, jemaat menggelar kebaktian bersama yang diisi dengan nyanyian, doa dan renungan Injil. Peringatan Jumat Agung yang dipimpin langsung Ketua Runggun GBKP Simpang VI Pdt Lisa Selvina Br Tarigan dilanjutkan dengan ibadah umum di gereja setempat yang dirangkai dengan ritual Perjamuan Kudus.
Salah satu jemaat dari permata, Riel Gurusinga yang mengaku dari sektor Simp VI dua, mengaku sangat sedih dan terharu menyaksikan adegan demi adegan Jalan Salib. Menurutnya, pengorbanan Yesus Kristus dengan darah dan nyawaNya adalah wujud cinta kasihNya kepada manusia. (karodaily/rel)










