
KARODAILY.id, Kabanjahe — Jenazah Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indonesia, Asprina br Surbakti (38), dimakamkan di area perladangan keluarga di Desa Aji Buhara, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Senin (28/09/2026) sore.

Puluhan pelayat mengantarkan jenazah Asprina ke liang lahat yang berada persis di samping makam ayahnya. Suasana duka menyelimuti keluarga besar korban yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kediamannya di Komplek J-Kesain, Blok C1 Nomor 2, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Jumat (25/9/2026) malam.
Asprina merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk ibunya, Norma br Sembiring Milala.
Di tengah suasana duka tersebut, keluarga besar ITB Indonesia juga mengabadikan nama Asprina sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya di dunia pendidikan.
Nama Asprina diumumkan akan digunakan sebagai nama aula di Kampus Pusat ITB Indonesia yang berada di Jalan Binjai-Stabat Kilometer 10,8 Nomor 113, Tandem Hilir.
Pengabadian nama tersebut disampaikan Rektor ITB Indonesia, David Meliala, dalam prosesi adat Karo yang berlangsung di Jambur (Losd) Desa Aji Buhara, Senin (28/09/2026) siang.
Asprina dikenang sebagai dosen sekaligus Wakil Rektor II yang telah memberikan kontribusi bagi institusi tempatnya mengabdi.
Melalui akun media sosial @itb_indonesia, keluarga besar ITB Indonesia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Asprina.
“Selamat jalan, Ibu,” tulis ITB Indonesia dalam pesan dukanya.
Sementara itu, kabar penangkapan dua pria yang diduga terlibat dalam kasus yang menewaskan Asprina turut mewarnai hari pemakamannya.
Kedua pria tersebut ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Karo, Polda Sumatera Utara dan jajaran kepolisian terkait di kawasan Belawan, Sumatera Utara, Senin pagi.
Setelah ditangkap, keduanya dibawa ke Mapolres Karo untuk menjalani pemeriksaan.
Pihak keluarga menyambut penangkapan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum.
“Pastinya kami dari keluarga besar mengucapkan terima kasih banyak kepada jajaran Reskrim Polsek Berastagi, Polres Karo, serta Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang telah berhasil menangkap kedua pelaku atas meninggalnya bibik uda,” kata Julius, pihak keluarga korban.
“Kami juga yakin keadilan itu akan kami dapatkan. Apabila pihak kepolisian perlu keterangan dari keluarga kami, maka kami dengan senang hati akan melangkah,” sambungnya.
Melalui Julius, keluarga juga berharap kepolisian dapat mengungkap secara menyeluruh kasus yang menimpa Asprina.
“Ibu korban berharap atas peristiwa yang menimpa anak kelimanya, jajaran kepolisian dapat mengungkap motif pelaku,” ujar Julius.
Dua terduga pelaku ditangkap, mobil korban ditemukan

Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan bahwa dua pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut telah diamankan dan dibawa ke Mapolres Karo.
Saat tiba di Mapolres Karo, keduanya terlihat mengenakan kaos hitam dan mengalami luka tembak pada bagian kaki.
Namun, polisi belum membeberkan identitas maupun peran masing-masing pria tersebut.
“Kemungkinan besok (hqro ini) akan kita rilis. Kita minta untuk bersabar karena masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Pedoman Maha, Senin (28/9/2026).
Penyidik masih memeriksa keduanya untuk mendalami rangkaian kejadian, motif, serta dugaan keterlibatan masing-masing dalam kasus tersebut.
Selain mengamankan kedua pria itu, polisi juga berhasil menemukan mobil Mitsubishi XForce milik korban dengan nomor polisi BK 1326 SAD. Kendaraan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang dari kediaman Asprina.
Polisi belum menjelaskan secara resmi bagaimana kendaraan tersebut dapat berada di tangan kedua pria tersebut. Kemungkinan adanya barang milik korban lainnya yang hilang juga masih didalami.
Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Berastagi AKP Mastergun Surbakti membenarkan bahwa penyidik telah mengantongi rekaman CCTV dari kawasan Komplek J-Kesain.
Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan penyelidikan untuk mengetahui aktivitas dan keberadaan orang-orang yang berada di sekitar kawasan perumahan sebelum Asprina ditemukan meninggal dunia.
Dari informasi yang dihimpun, dua pria yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut terlihat memasuki kawasan perumahan menggunakan sepeda motor. Petunjuk dari rekaman CCTV kemudian dikembangkan hingga mengarah pada keberadaan keduanya di kawasan Belawan.
Kasus ini bermula pada Jumat (25/9/2026) malam.
Sekitar pukul 19.30 WIB, abang korban, Redianto Surbakti (50), menerima telepon dari Rektor ITB Indonesia, David Meliala. Redianto diminta mengecek keberadaan Asprina karena korban tidak kunjung dapat dihubungi.
Redianto kemudian mendatangi rumah adiknya di Komplek J-Kesain. Namun, pintu rumah dalam keadaan terkunci dan tidak ada jawaban dari dalam.
Kecurigaan semakin kuat setelah keluarga mengetahui mobil Asprina tidak berada di garasi.
Keluarga kemudian mencari Asprina ke kampus ITB Indonesia. Namun, korban juga tidak ditemukan di tempat kerjanya.
Redianto bersama petugas keamanan kompleks dan kepala dusun kemudian kembali ke rumah korban dan membuka pintu.
Pencarian di dalam rumah berakhir dengan ditemukannya Asprina di kamar mandi dalam kondisi tidak bergerak. Pemeriksaan awal menunjukkan korban telah meninggal dunia.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian.
Kapolsek Berastagi AKP Dedi Ginting sebelumnya membenarkan adanya penemuan jenazah perempuan di wilayah hukumnya. Korban kemudian diketahui merupakan Asprina br Surbakti.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari penyelidikan guna mengetahui penyebab kematian korban.
Kini, dua pria yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut telah berada di Mapolres Karo. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap identitas, peran, motif, serta rangkaian lengkap peristiwa yang menyebabkan Asprina meninggal dunia.(karodaily/nanang/berbagaisumber)








