Sunday, 8 November 2026
kontak@karodaily.id
Karo Today

Warisan Sejarah Perjuangan Satukan Keluarga, Rico Waas Ditabalkan Merga Ginting Suka dalam Mburo Ate Tedeh

Momen Wali Kota Medan Rico Waas dan istri diabadikan bersama sejumlah kerabat dan tokoh, termasuk orang tu adat Rico yakni Bupati Karo.(ist)

KARODAILY.id, Medan – Ikatan persaudaraan masyarakat Karo dengan keluarga Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, semakin erat melalui prosesi adat penambalan merga dalam kegiatan Mburo Ate Tedeh yang berlangsung di Gedung TP PKK Kota Medan, Sabtu (7/11/2026).

Dalam prosesi adat tersebut, Rico Waas resmi ditabalkan sebagai Merga Ginting Suka dengan bebere Tarigan. Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, ditabalkan sebagai Beru Sembiring Pelawi dengan bebere Karo Sekali Suka Piring.

Prosesi penabalan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny. Roswitha Antonius Ginting, hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam prosesi adat itu, Bupati Karo secara resmi menjadi orang tua adat bagi Rico Waas.

Turut mendampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M., Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Karo Ny. Rehmilna Gelora Ginting, Kepala Disbudporapar Kabupaten Karo Juni Antomi Kemit, S.STP., M.Si., serta Kepala Bapenda Kabupaten Karo Petrus Ginting, S.Sos.

Penabalan merga dan beru tersebut bukan sekadar pemberian identitas adat, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah persahabatan, persaudaraan, dan perjuangan para pendahulu yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat Karo.

Pemberian Merga Ginting Suka kepada Rico Waas memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan hubungan kakeknya, Letnan Jacob Waas, dengan Pahlawan Nasional Letjen Djamin Ginting. Keduanya memiliki ikatan perjuangan dalam menghadapi Belanda di Tanah Karo dan Sumatera Utara sekitar 1947.

Momen Bupati Karo sekaligus ayah angkat Rigqmmmmmĝ

Dalam perjalanan perjuangan tersebut, Letnan Jacob Waas pernah menjadi ajudan Djamin Ginting. Kedekatan historis dan emosional kedua keluarga inilah yang menjadi salah satu landasan penabalan merga kepada Rico Waas dan beru kepada Airin.

Usai prosesi penabalan, Rico Waas menyampaikan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan masyarakat Karo. Menurutnya, penabalan tersebut bukan hanya tentang memperoleh identitas adat, tetapi juga mengandung tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kebangsaan.

“Ini bukan sekadar gelar yang diberikan, tetapi penghargaan luar biasa dengan tanggung jawab besar untuk merawat kesukuan dan kebangsaan,” ujar Rico.

Ketua Panitia, Muhammad Edison Ginting, menjelaskan bahwa Mburo Ate Tedeh tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk melestarikan adat dan budaya serta mempererat persaudaraan masyarakat Karo di Kota Medan.

Menurutnya, prosesi penabalan merga tersebut telah dipersiapkan sejak setahun sebelumnya melalui prakarsa sejumlah tokoh dan sesepuh masyarakat Karo.

“Acara hari ini kita lakukan dari kita, untuk kita, sebagai upaya memajukan seni dan budaya, merajut silaturahmi, serta mempererat komunikasi di antara kita semua. Kita ingin mewujudkan Medan untuk Semua yang dapat dirasakan seluruh masyarakat adat di Kota Medan,” ujar Edison.

Sementara itu, pemrakarsa sekaligus tokoh masyarakat Karo, Prof. Dr. Runtung Sitepu, menegaskan bahwa pemberian merga kepada Rico Waas dan beru kepada Airin merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya Karo, serta tidak memiliki muatan politik.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas penabalan tersebut dan berharap ikatan kekeluargaan yang terbentuk dapat semakin memperkuat hubungan antara keluarga Waas dengan masyarakat Karo.

Dalam tatanan adat Karo, merga dan beru merupakan identitas penting yang menjadi penanda hubungan kekerabatan. Keduanya tidak hanya menunjukkan asal-usul dan kedudukan seseorang dalam sistem adat, tetapi juga mengandung nilai persaudaraan, penghormatan, serta tanggung jawab untuk menjaga hubungan kekeluargaan.

Kemeriahan Mburo Ate Tedeh semakin terasa dengan berbagai pertunjukan seni dan tradisi Karo. Mulai dari alunan musik tradisional, prosesi adat, tradisi adu pengantin yang diiringi tarian dan nyanyian khas Karo, hingga manuk sangkep atau makan bersama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI Sumatera Utara Dr. Badikenita Br Sitepu, Raja Urung Sukapiring Datuk Rustam Karo Sekali Sukapiring, Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Kuzu Serasi Wilson Tarigan, anggota DPRD Kota Medan Jusup Ginting Suka dan H. Rajudin Sagala, serta unsur Forkopimda Kota Medan.

Hadir pula Pj. Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi beserta istri, para pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah, perwakilan Sibayak Lau Cih, para Raja Urung, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, cendekiawan, para inisiator dan pemrakarsa kegiatan, serta keluarga besar masyarakat Karo.

Lebih dari sekadar pertemuan untuk melepas rindu, Mburo Ate Tedeh menghadirkan makna penting tentang bagaimana sejarah dan warisan perjuangan para pendahulu dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antargenerasi.

Penabalan merga kepada Rico Waas dan beru kepada Airin menjadi contoh bahwa ikatan sejarah dapat dirawat dan dikembangkan menjadi persaudaraan dalam kehidupan masyarakat masa kini.

Langkah seperti ini dinilai memiliki arti strategis dalam memperkuat rasa kekeluargaan masyarakat Karo di Kota Medan. Namun, kekuatan sebuah ikatan adat tidak hanya terletak pada prosesi penabalan, melainkan pada bagaimana nilai-nilai persaudaraan tersebut diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian sosial, pelestarian budaya, dan komunikasi yang terus terjalin.

Dengan demikian, warisan sejarah perjuangan Letnan Jacob Waas dan Letjen Djamin Ginting tidak hanya dikenang sebagai bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi untuk merawat persatuan, memperkuat identitas budaya, serta membangun semangat “Medan untuk Semua” di tengah keberagaman masyarakat.(karodaily/berbagaisumber).

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.