Friday, 11 September 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Wapres Gibran Minta Maaf kepada Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo, Pastikan Pemerintah Bertanggung Jawab

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubsu Bobby Naution dan Bupati Karo Antonius Ginting menjawab pertanyaan korban dan keluarga korban keracunan MBG.(ist)

KARODAILY.id, Berastagi – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan keluarga yang terdampak dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam rangkaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Gibran saat menjenguk para siswa SMAN 1 Berastagi yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Berastagi, Jumat (11/9/2026).

Gibran tiba di Rumah Sakit Umum (RSU) Efarina Etaham, Berastagi, didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Karo Antonius Ginting. Di rumah sakit tersebut, Wapres melihat langsung kondisi 21 siswi yang masih menjalani perawatan.

Selanjutnya, Gibran menuju Rumah Sakit Amanda Berastagi untuk menemui tiga siswi lainnya yang masih mendapatkan perawatan medis.

Di ruang perawatan, Wapres berbincang dengan para siswa dan keluarga. Ia juga mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kesehatan pasien serta penanganan medis yang sedang dilakukan.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan orang tua atas kejadian yang mereka alami.

Selain meminta maaf, Gibran memastikan pemerintah akan bertanggung jawab terhadap penanganan para siswa, termasuk memastikan kebutuhan pengobatan selama korban menjalani perawatan.

Gibran juga meminta orang tua tidak terburu-buru mengirimkan anak mereka kembali ke sekolah apabila kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih.

“Jangan dipaksakan masuk kalau sebelum fit total ya, Pak. Saya titip anaknya bawa bekal dari rumah,” ujar Gibran kepada salah seorang orang tua korban.

Permintaan tersebut disampaikan agar para siswa memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi kesehatan setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat atas kelanjutan penanganan korban MBG.(ist/igbobbynasution)

Salah seorang orang tua korban, Darna, menyambut baik perhatian pemerintah dan berharap pendampingan terhadap para siswa terus dilakukan sampai kondisi mereka benar-benar pulih.

“Harapannya anak kita semakin sehat, dibantu pengobatannya. Bantu dalam pengobatannya, itu yang terpenting,” kata Darna.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 24 siswa masih menjalani perawatan di dua rumah sakit di Berastagi. Sebanyak 21 siswa dirawat di RS Efarina Etaham, sementara tiga siswa lainnya menjalani perawatan di RS Amanda.

Kasus gangguan kesehatan tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan dalam rangkaian program MBG. Sejumlah siswa kemudian mengalami keluhan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

Pemerintah Kabupaten Karo bersama instansi terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian. Pemeriksaan terhadap sampel makanan maupun sampel terkait juga dilakukan guna mengetahui faktor yang menyebabkan para siswa mengalami gangguan kesehatan.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan Pemprov Sumut mendukung penuh penanganan terhadap para korban sekaligus pengawasan terhadap distribusi dan kualitas pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk mendalami kejadian tersebut dan memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan sampai pulih.

Kunjungan Wapres Gibran ke Berastagi menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap para siswa yang terdampak. Permohonan maaf dan komitmen pemerintah untuk menanggung penanganan korban juga menjadi penegasan bahwa keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG.

Evaluasi terhadap pelaksanaan program, terutama menyangkut keamanan pangan, kualitas makanan, proses distribusi hingga pengawasan di lapangan, dinilai penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali dialami para siswa.(karodaily/nanang)

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.