
KARODAILY.id, Jakarta – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes menegaskan bahwa faktor iklim serta keterbatasan infrastruktur pendukung masih menjadi penyebab utama belum optimalnya pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Karo.
Hal tersebut disampaikan Bupati Karo saat menghadiri lunch meeting bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (02/03/2026) di Jakarta Pusat.
Pertemuan itu difokuskan pada pembahasan strategi pengembangan sektor pertanian, pariwisata, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di kawasan Danau Toba.
“Pengembangan pertanian di Kabupaten Karo belum berjalan optimal karena masih dihadapkan pada tantangan ketidakpastian iklim serta keterbatasan infrastruktur pendukung di lapangan,” ujar bupati.
Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah kepala daerah di kawasan Danau Toba, di antaranya Bupati Samosir, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Toba, Bupati Pakpak Bharat, Bupati Tapanuli Utara, dan Bupati Tapanuli Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karo hadir didampingi Kepala Bappedalitbang Kabupaten Karo Abel Tarwai Tarigan, S.Sos., M.A.M.T. serta Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappedalitbang Kabupaten Karo Evanlit Sembiring, S.T., M.T., M.Sc.
Melalui forum ini, Bupati Karo berharap sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus diperkuat agar pembangunan pertanian berbasis teknologi serta pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati Karo memaparkan bahwa daerahnya merupakan salah satu sentra utama hortikultura di Sumatera Utara. Komoditas unggulan seperti wortel, kentang, tomat, dan bawang merah selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kabupaten Karo memiliki potensi besar di sektor hortikultura, mulai dari wortel, kentang, tomat, hingga bawang merah. Komoditas ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kami,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa berbagai kendala masih dihadapi. Di antaranya adalah kerusakan Jalan Usaha Tani sepanjang 161.467 meter, jaringan irigasi tersier sepanjang 26.496 meter, serta jaringan irigasi primer dan sekunder sepanjang 19.933 meter yang membutuhkan penanganan, terutama di wilayah Munte dan Mardingding.
“Kerusakan jalan usaha tani dan jaringan irigasi ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi dan distribusi hasil pertanian petani kami,” kata Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bupati Karo memohon dukungan pemerintah pusat melalui pemanfaatan teknologi modern dan AI guna meningkatkan produktivitas pertanian, mulai dari pengelolaan lahan, pemantauan cuaca, hingga penerapan sistem tanam yang lebih presisi.
“Kami berharap ada dukungan penguatan teknologi dan Artificial Intelligence untuk pertanian, agar pengelolaan lahan, pemantauan cuaca, sampai sistem tanam dapat lebih presisi dan efisien,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pertanian melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik serta Program Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah.
Bupati Karo juga mengusulkan penguatan hilirisasi hasil pertanian dan kemitraan dengan industri sebagai off-taker.
“Kami membutuhkan dukungan hilirisasi dan kemitraan dengan industri agar ada kepastian pasar bagi petani, sehingga nilai tambah dan stabilitas harga dapat terjaga,” katanya.
Menurutnya, dukungan reformasi agraria serta pemanfaatan kawasan yang belum produktif juga sangat penting untuk mendorong pengembangan pertanian modern dan berkelanjutan di Kabupaten Karo.
Sementara itu, pada sektor pariwisata, Bupati Karo menyampaikan rencana peningkatan fungsi Dermaga Tongging agar dapat melayani kapal feri yang mampu mengangkut kendaraan menuju Pulau Samosir.
“Peningkatan Dermaga Tongging menjadi dermaga feri sangat penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan Danau Toba,” jelasnya.
Ia memperkirakan, apabila dermaga tersebut dapat beroperasi sebagai pelabuhan feri, jumlah kunjungan wisatawan berpotensi meningkat hingga sekitar 250.000 orang per tahun.
“Dengan beroperasinya dermaga feri, kami memperkirakan kunjungan wisata bisa mencapai sekitar 250 ribu orang per tahun, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja baru,” pungkas Bupati Karo.(karodaily/nanang).









