Sunday, 19 April 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Bupati Karo dan Bank Indonesia Sumut Lepas Pengiriman 1.050 Kg Cabai Merah ke Palangkaraya

Bupati Karo Antonius Ginting lepas pengiriman cabai merah ke Palangkaraya sebagai bahagian dari KAD yang difasilitasi Bank Indonesia Sumut.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., secara resmi melepas keberangkatan 1.050 kilogram cabai merah menuju Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (14/04/2026), di halaman Kantor Bupati Karo, Jalan Djamin Ginting, Kabanjahe. Ekspansi pasar komoditas hortikultura yang difasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara ini adalah salah satu upaya memperkuat produk unggulan daerah.

Pengiriman ini merupakan bagian dari program Kerjasama Antar Daerah (KAD) antara Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Palangkaraya dengan difasilitasi Bank Indonesia, sebagai langkah strategis dalam mengendalikan harga cabai sekaligus memperluas akses pasar bagi petani.

Cabai merah tersebut dipasok oleh Gapoktan Terpuk Sisiwah, Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah. Total pengiriman dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali, masing-masing 350 kilogram, dengan interval tiga hari.

Kepada wartawan, Bupati Karo menyampaikan bahwa program ini telah dirancang sejak awal masa kepemimpinannya dengan melibatkan Bank Indonesia sebagai upaya mencari peluang pasar di daerah yang mengalami kekurangan pasokan cabai.

“Ini adalah langkah awal yang patut kita banggakan. Di tengah harga cabai yang relatif rendah di pasar lokal, petani kita masih bisa menjual dengan harga Rp21.000 per kilogram melalui skema kerjasama ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pengiriman perdana ini menjadi fondasi untuk pengembangan pasar yang lebih luas, tidak hanya di Kota Palangka Raya, tetapi juga ke kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Tengah. Bahkan ke depan, Pemkab Karo menargetkan ekspansi pasar ke seluruh Pulau Kalimantan.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menjajaki pengembangan hilirisasi produk cabai, seperti cabai kering dan cabai giling, guna meningkatkan nilai tambah serta menciptakan kepastian harga bagi petani sejak masa tanam.

“Kita ingin ke depan petani sudah memiliki kepastian harga sebelum menanam. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas dan kesejahteraan mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Dani Sutanta selaku Konsultan Bank Indonesia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Karo dalam merespons program KAD sebagai bagian dari strategi nasional untuk mengatasi ketimpangan distribusi komoditas.

“Melalui kerjasama antar daerah, komoditas yang surplus di satu wilayah dapat disalurkan ke daerah yang mengalami defisit. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan nilai tawar petani,” ujar perwakilan Bank Indonesia.

Cabai merah sendiri merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi, sehingga upaya stabilisasi harga menjadi perhatian serius pemerintah dan Bank Indonesia. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi petani di Kabupaten Karo, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi daerah secara lebih luas.

Ke depan, kolaborasi lintas daerah ini diharapkan terus berkembang, termasuk dengan membuka peluang pasar baru serta memperkuat sektor agroindustri berbasis komoditas unggulan daerah.

Pelepasan komoditas cabai merah asal Karo ke Palangkaraya turut dihadiri para Asisten Setdakab Karo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karo, Sarjana Purba, S.STP, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan, Caprilius Barus serta sejumlah pejabat daerah lainnya.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.